- Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan memonitor informasi BMKG secara berkala.
- Langkah preventif integrasi modifikasi cuaca dan kesiapan pompa berhasil membuat genangan kering kurang dari satu jam.
- Armada penyedot air kini dilipatgandakan menjadi 1.200 pompa untuk mitigasi banjir rob dan curah hujan ekstrem.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi ancaman cuaca ekstrem yang membayangi ibu kota pada awal tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah terus bersiaga melakukan mitigasi bencana demi kenyamanan warga.
"Pemerintah DKI Jakarta day by day selalu memonitor info dari BMKG, karena pengalaman kami akan lebih baik kalau tindakan preventif itu dilakukan," ujar Pramono di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2025).
Langkah preventif menjadi prioritas utama guna memastikan setiap titik rawan genangan dapat tertangani dengan saksama dan cepat.
Pramono mengklaim bahwa integrasi antara teknologi modifikasi cuaca dan kesiapan pompa telah membuahkan hasil yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Sebenarnya kemarin beberapa kali curah hujan itu tinggi sekali. Tetapi kami melakukan modifikasi cuaca, pompa kami siapkan, begitu hujan, Jakarta tidak sampai 1 jam sudah kering kembali," tuturnya.
Klaim mengenai keberhasilan memangkas durasi genangan di bawah satu jam tersebut akan menjadi standar performa tim di lapangan selama musim penghujan.
Pemprov juga membuka peluang untuk terus melanjutkan modifikasi cuaca jika kondisi di langit Jakarta mulai menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.
"Pengalaman-pengalaman seperti ini lah yang kami lakukan, dan mudah-mudahan kalau memang masih ada modifikasi cuaca yang harus dilakukan, kami akan lakukan," tegas Pramono.
Baca Juga: Kini Bisa Dipakai Transaksi di 200 Negara, Pramono Anung: Bank Jakarta Dipercaya Kelas Global
Selain ancaman hujan dari hulu, Jakarta juga dihadapkan pada tantangan serius berupa kenaikan permukaan air laut atau banjir rob di wilayah pesisir.
"Seperti 2-3 hari yang lalu, sebenarnya rob-nya juga naik," ucap Pramono, menjelaskan situasi di lapangan.
Namun, kekuatan armada penyedot air kini telah dilipatgandakan untuk membentengi Jakarta dari ancaman banjir rob maupun luapan curah hujan yang ekstrem.
"Karena pompanya lebih siap, sekarang ada 1.200 pompa, 600 stasioner, 600 mobile. Itu lah yang kami gunakan untuk mengatasi tindakan preventif kalau terjadi banjir atau apapun," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Prabowo Ajak PDIP Kerja Sama Meski di Luar Pemerintahan, Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI
-
Kini Bisa Dipakai Transaksi di 200 Negara, Pramono Anung: Bank Jakarta Dipercaya Kelas Global
-
Tiang Monorel Mangkrak di Kuningan Mulai Dibongkar Bulan Ini
-
Pramono Anung Endus Ada Pihak yang Sengaja Adu Domba Warga Lewat Tawuran
-
Kapasitas Terbatas, Pramono Anung Buka Peluang Tambah Jadwal Pertunjukan di Planetarium TIM
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina