- DPP Partai Demokrat melaporkan akun media sosial ke Polda Metro Jaya pada 4 Januari 2026 terkait dugaan penyebaran hoaks SBY.
- Laporan tersebut berisi tuduhan bahwa SBY dan Demokrat berada di balik isu ijazah palsu Presiden Jokowi dan Wapres Gibran.
- Beberapa akun YouTube dan TikTok dilaporkan menyebarkan narasi fitnah mengenai korupsi dan penetapan SBY sebagai tersangka.
Suara.com - DPP Partai Demokrat melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran hoaks yang menuding Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di balik polemik ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Laporan tersebut dilayangkan pada Minggu, 4 Januari 2026, dan tercatat dengan nomor STTLP/B/97/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Pelaporan dilakukan setelah DPP Demokrat menemukan konten bermuatan fitnah dan narasi provokatif yang beredar luas sejak akhir Desember 2025.
"Benar BHPP DPP Partai Demokrat yang dalam hal ini di wakili oleh saya Muhajir selaku Kepala BHPP membuat laporan polisi," kata Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, Muhajir kepada wartawan, Selasa, (6/1/2026).
Muhajir menjelaskan, konten-konten tersebut secara terbuka menarasikan tuduhan bahwa SBY dan Partai Demokrat memainkan peran di balik isu ijazah palsu Jokowi.
Selain itu, sejumlah unggahan juga memuat tudingan serius lain, mulai dari dugaan korupsi berskala besar hingga penyebutan SBY sebagai tersangka.
Beberapa akun yang dilaporkan berasal dari platform YouTube dan TikTok, di antaranya akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang Boy YTN, serta @Kajian Online.
"Akun @AGRI FANANI Menampilkan insert video dengan judul anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang Sejarah RI", pada aplikasi youtube dengan nama akun @Bang boy YTN membuat judul "KEBONGKAR SIASAT BUSUK SBY DIBALIK SOMASI KE KETUA YOUTUBER NUSANTARA, TERNYATA U/ TANGKIS AIB INI". Pada aplikasi youtube dengan nama akun @Kajian Online membuat judul "SBY RESMI JADI TERSANGKA BARU FITNAH IJAZAH SBY LANGSUNG PINGSAN SAMPAI DILARIKAN KE RUMAH SAKIT", ungkapnya.
Selain itu, DPP Demokrat juga melaporkan sebuah akun TikTok yang menuding SBY dan Partai Demokrat berada di balik upaya penggiringan isu ijazah Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Pada aplikasi Tiktok dengan nama akun @sudirowibudhiusmp berkata dengan kata-kata "Sepuluh Bukti Demokrat Bermain Di Ijazah Pak Jokowi, dengan berbagai Impian-impian besar tentu pak sby harus memutar otak tidak bisa bermain bersih karena kita tahu juga politik itu kotor teman-teman, seribu satu cara pasti dilakukan untuk bisa menjatuhkan lawan politiknya salah satunya ya dengan isu ijazah biar pak Jokowi tidak bisa focus menjadi king maker lagi di pilpres, disibukkan dengan isu-isu yang tidak jelas yaitu isu ijazah baik ijazah pak Jokowi alaupun ijazah mas Gibran terus saja digonjang-ganjingkan oleh pion-pion mereka yaitu roy suryo", pada aplikasi Youtube," tuturnya.
Baca Juga: Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu
DPP Partai Demokrat menilai unggahan-unggahan tersebut merupakan penyebaran informasi bohong yang mencemarkan nama baik SBY dan partai. Pelaporan dilakukan agar aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
"Pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan pengaduan guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Muhajir.
Berita Terkait
-
Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi
-
Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu
-
Demokrat Nilai Langkah Hukum SBY Jadi Pendidikan Politik Lawan Disinformasi
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
-
Tarik-tarikan HP dengan Tentara di Kejagung, Wartawan Tempo Alami Intimidasi dan Trauma
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua