- Retret evaluasi Kabinet Merah Putih diadakan di Hambalang, Bogor pada Selasa dengan agenda membedah kinerja dan program strategis.
- Beberapa isu utama dibahas, meliputi keberhasilan swasembada pangan, capaian energi, dan evaluasi program Sekolah Rakyat.
- Rapat yang dipimpin Presiden Prabowo ini berpotensi berlanjut hingga larut malam untuk menuntaskan pembahasan mendalam.
Suara.com - Suasana serius namun dinamis menyelimuti Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa. Dalam retret atau taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para menteri kuncinya untuk mengevaluasi kinerja dan mengakselerasi program strategis.
Namun, hingga menjelang malam, progres rapat baru empat menteri yang mendapat giliran menyampaikan paparannya di hadapan Prabowo.
Intensitas rapat membuat Presiden Prabowo memutuskan untuk mengambil jeda sementara.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyebut pembahasan akan dilanjutkan setelah istirahat dan berpotensi memakan waktu hingga larut malam.
"Karena tadi menjelang magrib, sementara baru kurang lebih empat menteri yang menyampaikan paparan, maka kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat shalat Magrib dan makan, yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45 (WIB)," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Pria yang akrab disapa Pras ini menegaskan bahwa tidak semua anggota kabinet akan presentasi.
Dalam format retret yang padat dan hanya berlangsung satu hari ini, hanya menteri-menteri di sektor strategis yang dijadwalkan untuk memaparkan laporannya secara mendalam.
Menurut Pras, hanya sekitar 9 menteri yang menyampaikan paparan dalam retret Kabinet Merah Putih yang hanya berlangsung pada satu hari ini saja.
Para menteri tersebut ditugaskan untuk membedah capaian, evaluasi program yang telah berjalan, serta menyajikan rencana percepatan ke depan.
Baca Juga: Istana Bongkar Maksud Prabowo Absen Para Ketum Parpol dan Singgung Kekuatan Koalisi
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Capaian ini menjadi salah satu program unggulan yang berhasil diwujudkan dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo.
"Saya sebut beberapa aja ya. Yang pertama misalnya, tentu saja berkenaan dengan masalah swasembada pangan kita. Yang kemarin di dalam perayaan Natal Bersama juga Bapak Presiden sudah menyinggung bahwa alhamdulillah dalam waktu satu tahun kita semua berhasil mewujudkan swasembada pangan," kata Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.
Prasetyo merinci bahwa bukti nyata dari keberhasilan ini adalah tidak adanya impor beras sepanjang tahun 2025. Pemerintah kini menargetkan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan capaian tersebut pada tahun 2026.
Selain kedaulatan pangan, sektor energi juga menjadi pembahasan krusial. Paparan menyentuh soal upaya mencapai swasembada energi, termasuk capaian lifting minyak dan gas yang berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Upaya percepatan untuk peningkatan produksi menjadi fokus utama dalam diskusi ini.
Di sektor pembangunan sumber daya manusia, program Sekolah Rakyat turut dievaluasi. Prasetyo menambahkan pada retret ini juga akan dibahas mengenai pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang saat ini berjalan di 166 lokasi dan direncanakan bertambah sekitar 104 titik pada 2026, dengan percepatan penyediaan sarana fisik dan nonfisik.
Tak luput dari perhatian, isu penanganan bencana juga dibahas secara komprehensif. Pemerintah fokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi yang terdampak bencana parah.
Berita Terkait
-
Istana Bongkar Maksud Prabowo Absen Para Ketum Parpol dan Singgung Kekuatan Koalisi
-
Program MBG Diejek Pakar, Prabowo: Hei Orang-orang Pintar, Lihat dengan Mata dan Hati
-
Bicara MBG, Prabowo Kutip Pesan Bung Karno: Perut Lapar Tak Bisa Tunggu
-
Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?
-
Prabowo ke Kabinet: Kalau Orang Jahat Mengejek Kita, Berarti Kita Benar
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina