- Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Istana menyambut baik masukan dan kritik masyarakat mengenai kinerja pemerintah.
- Pernyataan ini disampaikan di Hambalang pada Selasa (6/1/2026) sebagai respons terhadap pertanyaan media.
- Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa kritik adalah mekanisme penting untuk pencegahan kesalahan.
Suara.com - Istana Kepresidenan secara tegas menyatakan membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap masukan dan kritik dari masyarakat, terutama untuk mengingatkan pemerintah jika dianggap lalai atau alpa dalam menjalankan tugasnya.
Penegasan ini datang langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di sela-sela acara retret kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).
Sikap terbuka ini dilontarkan Prasetyo saat merespons pertanyaan media mengenai apakah isu krusial seperti penambahan dana desa atau pembangunan sekolah di daerah terpencil dibahas dalam pertemuan tersebut.
Meskipun mengaku topik itu belum dibahas secara spesifik, Prasetyo justru mengapresiasi pertanyaan tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah masukan berharga bagi pemerintah.
"Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan," kata Pras saat jeda istirahat untuk makan dan Salat Maghrib.
Lebih jauh, Mensesneg memandang cara media bertanya adalah contoh ideal bagaimana seharusnya masukan disampaikan kepada pemerintah. Ia tidak melihatnya sebagai serangan, melainkan sebagai kontribusi positif.
"Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya," ujar Pras.
Ia pun menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk selalu mendengar. Prasetyo secara terbuka mempersilakan siapa pun untuk menyampaikan koreksi jika menemukan ada hal-hal yang luput dari perhatian pemerintah.
"Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka," tegasnya.
Baca Juga: Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam
Sikap "lapang dada" ini ternyata sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto sendiri. Sehari sebelumnya, dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026), Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah anti terhadap kritik. Sebaliknya, ia justru bersyukur.
Bagi Prabowo, kritik adalah mekanisme pengaman yang vital untuk mencegah kesalahan.
"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo.
Untuk membuat pesannya lebih membumi, Prabowo memberikan contoh-contoh sederhana dari pengalamannya, mulai dari diingatkan ajudan karena lupa memasang kancing baju hingga saat masih aktif di militer.
"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" tuturnya.
"Lari anak buah saya, 'Pak, Pak, jangan keluar Pak, tanda pangkat Bapak tidak lengkap'. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," sambung Prabowo.
Presiden bahkan berterima kasih kepada pihak-pihak yang pernah melontarkan kritik keras, seperti tudingan gaya kepemimpinan militerisme. Menurutnya, kritik semacam itu justru memicunya untuk melakukan introspeksi dan koreksi diri.
"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa bener? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," jelasnya.
"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," sambung Prabowo.
Berita Terkait
-
Retret Kabinet di Hambalang: Prabowo Baru Dengar Paparan 4 Menteri, Rapat Bisa Lanjut Sampai Malam
-
Istana Bongkar Maksud Prabowo Absen Para Ketum Parpol dan Singgung Kekuatan Koalisi
-
Taklimat Prabowo di Retret Hambalang: Singgung Evaluasi Kerja 2025 dan Sasaran ke Depan
-
Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang Besok, Ini Bocorannya
-
Antara Sumpah 'Rela Mati' Prabowo dan Kepungan Sengkuni Modern
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis
-
Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga
-
Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi