- Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh menyebabkan lenyapnya sejumlah desa dan dusun, menjadikannya tidak layak huni lagi.
- Kehancuran masif ini terkonfirmasi terjadi di tujuh kabupaten, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Utara, berdasarkan data resmi posko darurat.
- Lenyapnya permukiman mengakibatkan lumpuhnya pemerintahan desa karena perangkat desa ikut menjadi korban dan kini mengungsi.
Pemerintahan Desa Lumpuh Total
Hilangnya permukiman ini membawa dampak turunan yang tak kalah serius: lumpuhnya roda pemerintahan di tingkat paling bawah.
Menurut Murthala, aktivitas pemerintahan desa di wilayah terdampak berhenti total. Seluruh perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga staf, ikut menjadi korban dan kini berstatus sebagai pengungsi bersama warganya.
Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten kini berpacu dengan waktu. Selain terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, langkah-langkah strategis untuk penanganan jangka panjang tengah disiapkan.
"Termasuk relokasi warga dan rencana pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal," demikian Murthalamuddin.
Berita Terkait
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
Ketika Bencana Memutus Jalan dan Pulihnya Jembatan Jadi Penyambung Kehidupan
-
Tak Hanya Infrastruktur, Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh
-
Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data Percepatan Huntara, Target Rampung Jelang Ramadan
-
Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan