- Polresta Yogyakarta membongkar penipuan daring modus *love scamming* lintas negara di Sleman pada 5 Januari 2026.
- Enam orang ditetapkan tersangka dalam operasional penipuan yang memanfaatkan aplikasi kencan daring dari Cina.
- Modus ini melibatkan admin yang mengirim konten bermuatan pornografi guna memaksa korban membeli koin aplikasi.
Suara.com - Polresta Yogyakarta membongkar praktik penipuan daring bermodus love scamming lintas negara yang beroperasi dari sebuah kantor perusahaan jasa di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dengan peran berbeda dalam operasional penipuan itu.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menuturkan pengungkapan kasus ini dilakukan pada Senin, 5 Januari 2026 kemarin usai polisi melakukan operasi siber dan menerima laporan masyarakat.
Berangkat dari sana polisi lantas melakukan penyelidikan di kantor PT Altair Trans Service Cabang Yogyakarta, yang berlokasi di Jl. Gito Gati, Padukuhan Penen, Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Polisi langsung melakukan operasi tangkap tangan di lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti diamankan dalam penggerebekan itu.
Mulai dari handphone, laptop, cctv dan seperangkat wifi yang digunakan sebagal sarana tindak pidana.
"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam, didapati bahwa untu untuk handphone dan laplop yang digunakan sebegai sarana love scaming tersebut terdapat foto dan video yang berisikan muatan pornografi," ungkap Pandia saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Disampaikan Pandia, PT Altair Trans Service cabang Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia tenaga kerja sesuai dengan permintaan klien atau pemilik aplikasi dari Cina.
Perusahaan tersebut mempekerjakan pegawainya untuk menjalankan aktivitas sebagai admin percakapan di aplikasi kencan daring dari Cina.
Baca Juga: Bambang Widjojanto Ingatkan KPK Tak Tunda Penetapan Tersangka karena Perhitungan Kerugian Negara
"Aplikasi itu sudah diinstal di device dan sudah disiapkan pihak perusahaan baik itu di laptop maupun handphone. Beserta foto dan video pornografi di dalamnya," ungkapnya.
Para karyawan berperan sebagai agen atau admin chat yang menyamar sebagai wanita menyesuaikan negara asal korban atau user untuk berinteraksi.
Adapun korban dari sejumlah negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.
Dalam menjalankan aksinya, korban dibujuk untuk melakukan transaksi pembelian koin atau top up untik mengirim gift di dalam aplikasi tersebut.
"Karyawan agen akan mengirimkan konten tertentu foto atau video tadi secara bertahap kepada korban, yang mana untuk mengakses korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu," tandasnya.
Koin tersebut kemudian dikonversi menjadi uang dan dialirkan kepada pihak tertentu. Termasuk pemilik perusahaan dan pihak luar negeri.
Berita Terkait
-
Respons Tenang Richard Lee Usai jadi Tersangka, Siap Hadir ke Polda Hari Ini?
-
Bareskrim Tetapkan Tersangka di Kasus Banjir Tapsel, Individu dan Korporasi Terseret
-
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka atas Laporan Dokter Detektif, Panggilan Pertama Mangkir
-
Markas Besar Sindikat Penipuan Online Internasional Digerebek Polisi di Sleman, Begini Lokasinya!
-
Bambang Widjojanto Ingatkan KPK Tak Tunda Penetapan Tersangka karena Perhitungan Kerugian Negara
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk
-
Eks Dirut Indofarma Divonis 13 Tahun, Koalisi #BebaskanArief Sebut Ada Kriminalisasi Hukum
-
Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya
-
Ketimbang Tambah Utang Luar Negeri, Ekonom UMY Minta Prabowo Pangkas Gaji Pejabat
-
Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang
-
Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
DPRD DKI Kritik Perizinan Rumah Ibadah di Jakarta yang Masih Berlarut-Larut
-
Jalankan Instruksi Prabowo, Kemnaker Siap Perluas Program Magang ke Luar Negeri
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan