News / Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan telah mengalami beberapa kali upaya penyuapan selama satu tahun menjabat sebagai kepala negara.
  • Upaya menyogok yang dimaksud terjadi beberapa waktu lalu, dengan salah satu tawaran mencapai nominal 1 miliar dolar Amerika Serikat.
  • Prabowo menegaskan perlunya penegakan aturan sesuai kepentingan bangsa dan negara, meskipun ia dan adiknya menolak tawaran tersebut.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak habis pikir lantaran ada upaya untuk menyogok dirinya. Ia sampai geleng-geleng kepala karena upaya sogok itu bukan hanya satu-dua, melainkan beberapa kali.

Cerita tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Mulanya Prabowo mengingatkan jangan berkuasa lalu kemudian menjual diri. Ia lantas menceritakan pengalamannya selama satu tahun ke belakang menjadi kepala negara.

"Aku 1 tahun aja ya jadi Presiden geleng-geleng kepala juga saya, berapa kali saya mau disogok, bolak-balik datang, minta ini minta itu," kata Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo dengan tegas meminta aturan ditegakkan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Tegakkan peraturan, tegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara. Saya ndak ikut-ikut yang lain-lain," tegas Prabowo.

Cerita Orang Nekat Ingin Sogok Prabowo

Untuk diketahui, pada Oktober 2025 lalu, pihak Istana sempat berbicara terkait cerita Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang mengaku ada orang nekat yang berupaya menyogok Presiden Prabowo Subianto dengan tawaran 1 miliar dolar AS.

Tidak hanya Prabowo, Hashim bercerita bahwa ia juga mengalami hal serupa, di mana ada pihak yang berupaya menyogok dirinya.

Baca Juga: Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara

Adik Prabowo ini bersyukur, ia dan kakaknya masih dalam lindungan Tuhna sehingga tidak tergoda dan menolak mentah-mentah upaya tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tidak berkomentar banyak perihal tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa cerita yang disampaikan Hashim benar adanya.

"Kira-kira begitulah," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Sebelumnya, Hashim mengungkap ada orang nekat yang berupaya menyogok Presiden Prabowo Subianto dengan tawaran 1 miliar dollar atau setara Rp16,5 triliun.

Tawaran tersebut kata dia, jelas ditolak mentah-mentah oleh kepala negara.

Hashim yang merupakan adik dari Prabowo bercerita, beberapa bulan lalu kakaknya menghubungi dia melalui sambungna telepon.

Hashim tidak menceritakan kapan tepatnya tanggal ia dan Prabowo berbicara melalui telepon, tetapi yang pasti peristiwa terjadi saat Sabtu malam.

"Pak Prabowo telepon saya malam Minggu, berapa bulan lalu, saya lagi di tempat tidur jam 10 malam, malam Minggu," kata Hashim dalam pidatonya di acara Indonesia Berdoa Doa Lintas Agama yang digelar FORMAS di Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2025).

Berada di ujung telepon, mengawali perbincangan, Prabowo menanyakan kabar Hashim.

"Shim kamu ngapain?" tanya Prabowo.

Mengingat malam itu merupakan malam Minggu, Prabowo bertanya lebih lanjut kepada Hashim, mengapa tidak jalan-jalan.

"Ini malam Minggu, nggak jalan-jalan?" tanya Prabowo.

"Nggak. Istri saya di luar kota kok. Saya baca buku," jawab Hashim.

Hashim lantas menanyakan alasan kakaknya mengapa menelepon ia malam hari. Menjawab pertanyaan adiknya, Prabowo lantas blak-blakan cerita mengenai ada upaya pihak tertentu untuk menyogok.

"Kenapa telepon?" tanya Hashim.

"Saya mau cerita saja, saya baru mau disogok orang," kata Prabowo

"Oh iya? Disogok berapa? Berapa dia tawarkan?" tanya Hashim.

Prabowo menjelaskan mengenai nominal yang ditawarkan kepada dirinya. Mendengar itu, Hashim sempat mengira bahwa uang yang ditawarkan senilai Rp1 miliar. Belakangan Prabowo menegaskan nominalnya USD 1 miliar.

"Rp1 miliar? 1 miliar rupiah?" tanya Hashim.

"1 miliar dollar, kamu," timpal Prabowo.

Tak habis pikir terhadap upaya menyogok Prabowo, Hashim mengatakan bahwa hal itu dilakukna orang nekat. Mengingat Prabowo yang berupaya disogok merupakan seorang presiden.

"Saya buka saja. Orang-orang nekat, presiden kita mau disogok 1 milliar dollar," kata Hashim.

"So what do you say? Ya i told them to," kata Hashim mengulang percapakan ia dan Prabowo.

Load More