- Pemprov DKI Jakarta akan mengeksekusi pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, dimulai Rabu minggu depan.
- Gubernur DKI, Pramono Anung, menetapkan hari Rabu agar pejabat tidak menggunakan kendaraan pribadi dan menghindari kemacetan.
- Pembongkaran akan dimaksimalkan pelaksanaannya pada malam hari agar tidak mengganggu transportasi publik di kawasan tersebut.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan segera mengeksekusi pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa jadwal dimulainya pembersihan artefak beton tersebut sudah ditetapkan, meski PT Adhi Karya selaku pemilik aset menyebut pembahasan terkait pembongkaran masih berproses hingga saat ini.
"Minggu depan, untuk monorel kami akan mulai bongkar. Harinya sudah kami tentukan, hari Rabu," kata Pramono di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026).
Keputusan untuk memulai pengerjaan di tengah pekan bukan tanpa alasan yang matang dari sudut pandang pengaturan lalu lintas.
Mengingat setiap hari Rabu, Pemprov DKI Jakarta membuat kebijakan untuk seluruh jajarannya memakai transportasi umum dalam menunjang kegiatan.
"Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapapun yang datang ke situ nggak pakai kendaraan pribadi, supaya nggak membuat macet," ucap Pramono, menjelaskan alasan pemilihan hari.
Selain persoalan hari, waktu pelaksanaan pembongkaran juga menjadi atensi khusus bagi Pemprov DKI Jakarta demi kenyamanan pengguna jalan.
Pramono mengaku telah memberikan instruksi langsung kepada jajarannya untuk mengatur ritme kerja teknis di lapangan.
"Tentunya, saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said," tegasnya.
Baca Juga: Bidik Dana Minimal Rp3 Miliar, Bank Jakarta Berencana IPO Tahun 2027
Langkah pembongkaran ini sendiri merupakan tindak lanjut dari wacana yang sempat dibahas Pramono pada Desember 2025 lalu, demi menata kembali wajah kota.
Keberadaan tiang-tiang beton terbengkalai itu memang sudah sekian lama menjadi pemandangan yang menyumbat estetika tata kota di jantung ibu kota.
Pramono juga sebelumnya menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah menyurati PT Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran secara mandiri dalam tenggat waktu satu bulan.
Namun, PT Adhi Karya disebut Pramono tidak kunjung menindaklanjuti surat tersebut sehingga proses pembongkaran diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta.
Berita Terkait
-
Buruh Demo di Istana Tuntut Kenaikan UMP, Pramono Anung Beri Satu Pesan Penting untuk Massa Aksi
-
Pemprov DKI Kucurkan Rp100 M, Sulap Wajah Rasuna Said Usai Tiang Monorel Lenyap
-
Bongkar Total Tiang Monorel Mangkrak Tanpa Ada Penutupan Jalan? Ini Kata Pramono
-
Bidik Dana Minimal Rp3 Miliar, Bank Jakarta Berencana IPO Tahun 2027
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara