Ilustrasi tawuran menggunakan sajam. (Ist)
Baca 10 detik
- Video tawuran viral di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dipastikan polisi adalah rekaman lama sekitar setahun lalu.
- Polisi Tambora tetap melakukan penyelidikan meskipun video tersebut bukan insiden terkini dan tidak terkait kamtibmas sekarang.
- Polres Metro Jakarta Barat memperkuat pencegahan tawuran melalui dialogis Ngopi Kamtibmas bersama warga setempat.
Kapolres juga mengajak pengurus RT/RW, tokoh agama, pemuda, hingga karang taruna untuk aktif memberikan imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi, khususnya terkait potensi tawuran di wilayah perbatasan.
Melalui dialog terbuka dalam Ngopi Kamtibmas, warga turut menyampaikan berbagai masukan terkait dinamika keamanan lingkungan. Menanggapi hal itu, Kapolres menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan langkah preventif dan sinergi tiga pilar.
Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi tawuran sekaligus mencegah penyebaran informasi menyesatkan yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini