- Sekjen PKS, M. Kholid, menyatakan Pilkada langsung dan lewat DPRD sama-sama konstitusional dan demokratis.
- PKS mendesak evaluasi objektif dan akademik terhadap pelaksanaan Pilkada langsung selama dua dekade terakhir ini.
- Pembahasan revisi aturan Pilkada harus melibatkan publik secara luas melalui kajian mendalam dan transparan di DPR.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Kholid, memberikan tanggapan terkait perbedaan pandangan mengenai mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), antara pemilihan langsung oleh rakyat atau melalui DPRD.
Ia menilai kedua model tersebut memiliki landasan konstitusional yang kuat.
“Pemilihan langsung itu konstitusional dan demokratis. Secara konstitusi juga disebutkan bahwa pemilihan lewat DPRD itu demokratis. Jadi, baik langsung maupun tidak langsung itu memungkinkan,” ujar Kholid di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/1/2026).
Alih-alih langsung berpihak pada salah satu model, Kholid menekankan bahwa PKS lebih mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan Pilkada langsung yang telah diterapkan di Indonesia selama dua dekade terakhir.
“Apa kira-kira evaluasinya? Penting dong harus ada evaluasi. Kita harus objektif, rasional, dan akademik. Apa evaluasi Pilkada langsung selama 20 tahun ini? Dan kemudian apa alternatifnya jika memang ada koreksi?” tegasnya.
PKS juga menyoroti pentingnya keterlibatan publik dalam pembahasan revisi aturan main Pilkada ke depan. Kholid mengingatkan agar proses di DPR RI nantinya tidak dilakukan secara terburu-buru, melainkan melalui kajian yang transparan.
“Kita perlu membuat kajian yang mendalam dengan melibatkan partisipasi publik secara luas, sehingga meaningful participation itu berjalan dengan baik. Kita dengarkan pandangan akademisi, tokoh bangsa, hingga ormas,” katanya.
Ia berharap pembahasan ini dilakukan “di atas meja” secara terbuka agar keputusan yang diambil nantinya merupakan hasil konsensus yang matang dan didukung data ilmiah, bukan sekadar ramai di media massa.
Mengenai usulan PDIP yang mendorong penerapan sistem e-voting sebagai solusi untuk menekan praktik politik uang dalam Pilkada langsung, Kholid menyatakan PKS bersikap terbuka.
Baca Juga: Belum Masuk Prolegnas, Komisi II DPR Sebut Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Dibahas
Namun, ia menekankan perlunya simulasi dan studi banding ke negara-negara yang sudah menerapkannya.
“Mungkin saja, kita lihat dan simulasikan. Kan itu sudah berjalan di berbagai negara. Kita tidak ingin terjebak pada setuju atau tidak setuju dulu, tapi kita bahas dulu dengan kepala dingin secara jernih dan akademik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKS ingin mendudukkan perkara desain kepemiluan ini secara ilmiah.
“Apapun nanti keputusannya, itu haruslah hasil dari sebuah kajian dan konsensus yang sudah matang,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Belum Masuk Prolegnas, Komisi II DPR Sebut Wacana Pilkada Lewat DPRD Belum Dibahas
-
Pilkada Lewat DPRD, Lemhannas Sudah Serahkan Kajian Rahasia ke Prabowo
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP Mulai Lobi Fraksi Lain di Parlemen
-
Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Sikap PDIP Dinilai Tak akan Banyak Mengubah Arah
-
Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional