- KPK saat ini menyelidiki Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, terkait dugaan penerimaan aliran dana suap Bupati Bekasi nonaktif ADK.
- Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari OTT tanggal 18 Desember 2025 yang berhasil mengamankan sepuluh orang di Kabupaten Bekasi.
- Tiga orang ditetapkan tersangka, termasuk Bupati ADK dan ayahnya sebagai penerima suap proyek antara Desember 2024 hingga Desember 2025.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik pusaran baru dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
Fokus penyidik kini mengarah pada sosok Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono (OS), terkait dugaan aliran sejumlah uang yang diterimanya.
Penyelidikan ini menjadi pengembangan signifikan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya mengguncang Kabupaten Bekasi.
KPK secara intensif mendalami besaran nominal dan mekanisme penerimaan uang oleh Ono Surono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penyidik masih bekerja untuk memetakan secara utuh aliran dana haram tersebut.
Karena proses yang masih berjalan, lembaga antirasuah belum bisa membeberkan angka pasti uang yang diduga mengalir ke kantong Ono Surono.
“Untuk jumlah, nanti kami akan update (beri tahu, red.) lagi karena memang ini masih akan terus didalami, apakah penerimaannya ini saja atau juga ada penerimaan-penerimaan lainnya?” ujar Budi kepada para jurnalis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
KPK menegaskan bahwa penelusuran ini terikat pada rentang waktu terjadinya perkara utama, yakni dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Berdasarkan konstruksi perkara yang telah diumumkan, kasus ini terjadi dalam periode Desember 2024 hingga Desember 2025.
“Ya, kami sesuai dengan tempus (waktu, red.) perkara untuk yang suap ijon proyek ini. Jadi, kami dalami dulu itu, kemudian nanti terbuka kemungkinan untuk dikembangkan lagi, apakah ada dugaan penerimaan-penerimaan lainnya? Nah itu masih akan terus didalami penyidik,” jelas Budi sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Pola Korupsi 'Balik Modal Pilkada' Jerat Bupati Bekasi? KPK Cium Modus Serupa Lampung-Ponorogo
Pengakuan Ono Surono Usai Diperiksa
Sebelumnya, Ono Surono telah memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini pada 15 Januari 2026. Seusai menjalani pemeriksaan, ia mengaku dicecar sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik.
Ono tidak menampik bahwa salah satu materi utama pemeriksaan adalah untuk mengonfirmasi dan mendalami perihal aliran dana dalam skandal korupsi yang menyeret nama kader partainya tersebut.
"Iya, ada beberapa lah yang ditanyakan," ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar tersebut singkat saat itu.
Kronologi OTT Bupati Bekasi
Kasus ini bermula dari operasi senyap yang dilancarkan tim KPK pada 18 Desember 2025. Dalam operasi tangkap tangan kesepuluh sepanjang tahun 2025 itu, KPK berhasil mengamankan sepuluh orang di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Pola Korupsi 'Balik Modal Pilkada' Jerat Bupati Bekasi? KPK Cium Modus Serupa Lampung-Ponorogo
-
Ono Surono Dicecar KPK Soal Aliran Uang Korupsi Bupati Bekasi, Kapasitas Sebagai Ketua PDIP Jabar
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto Diduga Terima Duit Pemerasan Rp12 Miliar
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur