- Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) mengakhiri kasus ijazah palsu Presiden Jokowi.
- Penghentian kasus dipicu pertemuan antara Eggi Sudjana dan Presiden Jokowi di Solo, menjelaskan duduk perkara.
- Eggi Sudjana mengklaim perdamaian tercapai tanpa adanya permintaan maaf karena merasa tidak bersalah secara hukum.
Suara.com - Drama hukum panjang terkait tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan menyeret nama aktivis senior Eggi Sudjana, akhirnya resmi ditutup.
Polda Metro Jaya secara resmi telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), mengakhiri polemik yang sempat memanas di ruang publik.
Penghentian kasus ini bukan tanpa sebab. Terungkap, ada sebuah pertemuan kunci antara Eggi Sudjana, didampingi Damai Hari Lubis, dengan Presiden Jokowi langsung di Solo. Pertemuan inilah yang disebut menjadi titik balik hingga berujungnya perkara fitnah dan ijazah palsu tersebut.
Menurut kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netty, dalam pertemuan itu kliennya menjelaskan duduk perkara secara langsung kepada kepala negara.
Eggi, kata Elida, meyakinkan Jokowi bahwa dirinya tidak layak menyandang status tersangka dalam kasus ini.
“Bang Eggi menjelaskan semuanya, Bang Egi minta ke Pak Jokowi agar pihak kepolisian tidak layak menjadikan dia tersangka. Makanya Pak Jokowi dengan luar biasa rendah hati dan memberikan RJ itu,” kata Elida, saat ditemui di Jakarta Barat, Jumat (16/1/2026).
Klaim Tak Ada Permintaan Maaf
Satu hal yang menjadi sorotan utama dari pertemuan tersebut adalah klaim dari pihak Eggi Sudjana bahwa tidak ada satu pun kata maaf yang terucap dari mulutnya untuk Jokowi, meskipun kasus ini dihentikan setelah pertemuan mereka. Elida menegaskan bahwa perdamaian terjadi, namun bukan dalam format permintaan maaf.
Menurutnya, secara hukum, Eggi memang tidak memenuhi unsur untuk dijerat pidana dalam perkara tersebut. Kliennya merasa tidak bersalah, sehingga tidak ada alasan untuk meminta maaf.
Baca Juga: Polisi Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Lubis, Bagaimana dengan Roy Suryo?
“Mereka melakukan di situ berdamai, tidak ada kata-kata maaf karena Bang Eggi merasa dia tidak salah. Dan tidak perlu media. Tidak ada diumbar, dan tidak ada deal-dealan,” ucapnya dengan tegas.
Pertemuan Kekeluargaan Bak Sahabat Lama
Di luar substansi hukum yang pelik, Elida menggambarkan suasana pertemuan antara Eggi dan Jokowi berlangsung sangat cair dan penuh rasa kekeluargaan. Ia menyebut, meski ini adalah pertemuan pertama mereka dalam konteks tersebut, keduanya berinteraksi layaknya sahabat yang sudah lama saling mengenal.
Kehangatan dan kerendahan hati Jokowi, menurut Elida, mampu mencairkan suasana tegang yang mungkin diperkirakan banyak pihak.
“Mereka pertemuan itu benar-benar rasa kekeluargaan. Saya aja yang tadinya baru kenal sekali itu ketemu. Merasa sudah 5 tahun atau 10 tahun yang lalu kenal sama Bapak itu (Jokowi). Begitulah sangking dia seperti memberi kita peluang untuk nyaman,” tandasnya.
Polisi Benarkan Penerbitan SP3
Berita Terkait
-
Polisi Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Lubis, Bagaimana dengan Roy Suryo?
-
Polda Metro Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Perkara Roy Suryo Cs Tetap Lanjut
-
Jokowi Terima Restorative Justice, Polda Metro Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis
-
Eggi Sudjana Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi, Jadi Jalan Damai Tanpa Pengadilan?
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi