News / Nasional
Jum'at, 16 Januari 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi perkelahian
Baca 10 detik
  • Konflik di SMKN 3 Tanjab Timur dipicu dugaan guru dihina, namun siswa mengklaim dipicu hinaan 'miskin'.
  • Insiden berlanjut dengan aksi guru menampar siswa dan pengeroyokan yang berujung guru mengacungkan celurit.
  • Setelah mediasi resmi digelar, sekolah dihentikan sementara dan nasib guru yang bersangkutan sedang dievaluasi.

"Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan," ucapnya.

Akibatnya, ia mengaku mengalami memar di badan dan pipi.

5. Aksi Acungkan Celurit untuk Gertakan

Puncak ketegangan terjadi sore harinya. Agus mengklaim para siswa terus mengancam hingga melemparinya dengan batu.

Dalam kondisi terdesak, ia mengambil celurit yang ada di sekolah dan mengacungkannya, seperti yang terekam dalam video viral. Ia menegaskan aksi itu murni untuk gertakan agar para siswa bubar.

"Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu," tuturnya.

6. Mediasi Resmi Digelar, Guru Terlibat Justru Mangkir

Pihak kepolisian bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akhirnya menggelar mediasi resmi untuk menyelesaikan konflik.

Namun, dalam mediasi yang dihadiri oleh berbagai unsur mulai dari TNI hingga kejaksaan ini, Agus Saputra justru tidak hadir. Diketahui ini adalah kali kedua ia mangkir dari undangan mediasi.

Baca Juga: DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!

"Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan kondusif," kata Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (16/1/2026).

7. Sekolah Dihentikan Sementara, Nasib Guru Dievaluasi

Akibat insiden ini, aktivitas belajar mengajar di SMKN 3 Tanjab Timur terpaksa dihentikan sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tuntutan siswa dan guru lain yang meminta agar Agus Saputra tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

"Kami segera melakukan evaluasi sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku," ungkap Harmonis, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Load More