- Noe Letto dan Frank Hutapea dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional.
- Keduanya punya riwayat pendidikan dan pengalaman yang mumpuni di bidang masing-masing.
- Publik pun penasaran dengan jabatan setara Eselon IIA dan berapa gaji yang diterima.
Profil Tenaga Ahli Baru
Penunjukan Noe Letto dan Frank Hutapea bukanlah tanpa alasan. Keduanya memiliki rekam jejak intelektual dan keahlian spesifik yang dinilai relevan untuk memperkuat DPN.
Noe Letto
Meskipun dikenal luas sebagai vokalis band Letto, Sabrang adalah seorang intelektual dengan latar belakang pendidikan yang mentereng. Ia merupakan lulusan jurusan Matematika dan Fisika dari University of Alberta, Kanada.
Latar belakang sains ini memberinya kemampuan berpikir analitis dan sistematis yang kuat, sebuah aset berharga dalam mengkaji masalah-masalah kompleks ketahanan nasional dari perspektif yang berbeda.
Frank Alexander Hutapea
Mengikuti jejak ayahnya, Frank adalah seorang praktisi hukum yang mapan. Latar belakangnya di bidang hukum sangat relevan bagi DPN.
Tentu, ini adalah rangkuman riwayat pendidikan Frank Alexander Hutapea dalam dua paragraf. Ia menempuh jalur pendidikan hukum dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada tahun 2013.
Tidak berhenti di situ, untuk pendidikan masternya, Frank memilih Inggris sebagai tujuannya. Ia berhasil menyelesaikan program studi dan meraih gelar Bachelor of Law (LLB) dari University of Kent pada tahun 2012.
Sebelum akhir, Frank menyempurnakan pendidikannya dengan gelar Master of Law (LLM) dari BPP Law School di London. Keahliannya dapat memberikan perspektif hukum yang tajam dalam setiap perumusan strategi pertahanan.
Baca Juga: Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
Kehadiran mereka, bersama para ahli lainnya dari berbagai bidang, menunjukkan bahwa pendekatan pertahanan nasional kini semakin komprehensif.
Ancaman negara tidak lagi hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup isu sosial, budaya, ekonomi digital, dan keamanan siber.
Tanggung jawab yang diemban sangatlah berat. Rekomendasi yang mereka berikan akan menjadi salah satu dasar bagi Presiden dalam mengambil keputusan-keputusan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan kedaulatan negara.
Pada akhirnya, nilai seorang Tenaga Ahli tidak diukur dari besaran gajinya, melainkan dari kualitas pemikiran dan kontribusi nyata yang mereka berikan untuk memperkokoh ketahanan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Bagaimana pendapat Anda tentang penunjukan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang ini sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini
Berita Terkait
-
Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
-
Hakim Ad Hoc Ngeluh Tunjangan 13 Tahun Stagnan, KY Bilang Begini
-
Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Nasional, Siapa Mereka dan Kenapa Gajinya Beda Jauh?
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
-
Hotman Paris Sebut Ada Podcaster Jago Selingkuh, Doktif: Inisial DRL
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU