Suara.com - Proses pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan membuahkan hasil memilukan.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah menemukan satu jenazah korban dari insiden tersebut.
Informasi ini diperoleh melalui komunikasi radio handy talkie (HT) langsung dari personel yang berada di titik koordinat pencarian. Saat ini, jenazah tersebut sedang dalam proses evakuasi secara manual menuju posko terdekat.
Lokasi penemuan yang berada di medan berat Desa Tompo Bulu dan lereng Puncak Bulusaraung menjadi kendala utama bagi petugas.
Tim SAR gabungan harus menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki untuk membawa korban keluar dari zona kecelakaan.
Selain faktor geografis, cuaca di area pegunungan Maros tersebut dilaporkan sangat fluktuatif. Kondisi langit yang sempat cerah berawan bisa tiba-tiba berubah drastis menjadi mendung pekat disertai hujan lebat, yang sangat membahayakan keselamatan tim penolong.
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat
Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menjelaskan bahwa pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar ini membawa total 11 orang.
Data manifes mencatat terdapat 8 kru pesawat (termasuk pilot dan awak kabin) serta 3 orang penumpang.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
Pesawat ATR 42-500 yang mengalami musibah ini merupakan unit dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:
Kecepatan Maksimum: 556 km/jam.
Ketinggian Jelajah: Hingga 7.620 meter.
Jarak Tempuh: Mencapai 2.037 km.
Kapasitas: Mampu menampung 46 penumpang di luar kru.
Pihak perusahaan menekankan bahwa armada ini merupakan versi produksi terkini yang telah mengalami berbagai peningkatan performa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
-
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump