- Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) memperingati HUT ke-37 di Jakarta menekankan pencegahan dan deteksi dini stroke.
- Stroke berada di urutan kedua penyebab kematian di Indonesia, dengan 70–80% penyintas mengalami disabilitas permanen.
- Yastroki mendorong keluarga menjadi garda terdepan dengan mengenali gejala dan segera menuju rumah sakit, menghindari mitos.
“Kita ingin Indonesia Ramah Stroke. Itu dimulai dari keluarga. Kalau keluarga paham deteksi dini dan bertindak cepat, banyak nyawa bisa diselamatkan dan kecacatan bisa dicegah,” ujar Dr. Tugas.
Pencegahan Stroke: Kuncinya Gaya Hidup dan Kesadaran
Yastroki menegaskan, stroke bisa dicegah, bisa diobati, dan bisa dipulihkan. Namun pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. Faktor risiko utama stroke antara lain hipertensi—yang diderita 25–30 persen orang dewasa—diabetes, kolesterol tinggi, merokok, kurang aktivitas fisik, serta stres kronis.
Untuk memudahkan masyarakat, Yastroki mengampanyekan prinsip CERDIK sebagai panduan pencegahan stroke:
- Cek kesehatan secara rutin
- Enyahkan asap rokok
- Rutin beraktivitas fisik minimal 150 menit per minggu
- Diet seimbang
- Istirahat cukup 6–8 jam per hari
- Kendalikan stres
“Stres bisa memicu tekanan darah naik dan membuat pembuluh darah kaku. Ini faktor risiko yang sering diremehkan,” jelas Dr. Tugas.
Beban Ekonomi yang Terus Meningkat
Selain dampak kesehatan, stroke juga menjadi beban besar bagi negara. Data BPJS Kesehatan menunjukkan biaya penanganan stroke pada 2024 mencapai Rp5,8 triliun per tahun, melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini warning keras. Angka penderita meningkat, biaya melonjak, usia penderita makin muda. Kita tidak bisa santai,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Baca Juga: Gangguan Irama Jantung Intai Anak Muda, Teknologi Ablasi Dinilai Makin Dibutuhkan
Melalui berbagai kegiatan edukasi, termasuk talk show bertajuk “Deteksi Dini Stroke di Dalam Keluarga dan Penanganannya”, Yastroki berkomitmen memperluas jangkauan literasi stroke ke seluruh Indonesia. Upaya ini dilakukan bersama Kementerian Kesehatan RI dan berbagai komunitas peduli stroke.
“Stroke tidak pandang usia, tidak pandang status sosial. Karena itu pencegahannya juga harus kolektif,” tutup Dr. Tugas.
Peringatan HUT ke-37 Yastroki menjadi pengingat bahwa stroke bukan sekadar urusan rumah sakit. Ia adalah urusan rumah, keluarga, dan kesadaran sehari-hari. Mengenali tanda, mematahkan mitos, dan menjalani hidup lebih sehat bisa menjadi pembeda antara pulih—atau kehilangan segalanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan