- Pemkot Jakarta Barat membangun skate park modern di kolong tol Angke, Tambora, sebagai solusi pencegahan tawuran remaja.
- Proyek ini merupakan usulan langsung dari remaja yang sebelumnya terlibat tawuran untuk menyalurkan energi positif.
- Area yang dibangun sebelumnya adalah kawasan kumuh padat penduduk yang telah ditertibkan dan direlokasi warganya.
Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menggagas sebuah terobosan unik untuk meredam salah satu masalah sosial paling pelik di ibu kota, yakni tawuran remaja.
Sebuah skate park modern direncanakan akan dibangun di kolong tol Angke, Kecamatan Tambora, sebuah area yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh dan kini akan disulap menjadi wadah kegiatan positif.
Di baliknya, ada harapan besar untuk mengubah energi negatif para pemuda menjadi prestasi dan kreativitas. Pembangunan skate park ini dipandang sebagai solusi konkret untuk menyediakan ruang bagi anak muda, terutama di wilayah padat penduduk seperti Tambora.
Kepala Seksi Olahraga Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi pencegahan tawuran yang berbasis pada kebutuhan langsung para remaja di lapangan.
"Sudin Pora dalam rangka pencegahan tawuran, tentunya pembangunan venue dan ini yang dibutuhkan oleh rekan-rekan pemuda di Kecamatan Tambora. Rekan-rekan pemuda yang mengusulkan agar dibuatkan skate park," kata Tomi kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Untuk merealisasikan rencana besar ini, Pemkot Jakarta Barat akan menggandeng berbagai pihak terkait. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar fasilitas ini dapat segera terwujud dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Tentunya dengan arahan Bu Wali dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder dan OPD yang ada di wilayah Jakarta Barat, kami akan mewujudkan venue itu dan mohon doanya semoga dapat terealisasi," tambah dia.
Yang membuat rencana ini semakin menarik adalah asal-usul idenya. Usulan pembangunan skate park ini ternyata datang langsung dari mulut para remaja yang sebelumnya kerap terlibat aksi tawuran.
Saat diberi pembinaan, mereka menyuarakan kebutuhan akan sebuah ruang untuk menyalurkan energi mereka secara positif.
Baca Juga: Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
"Karena ini permintaan yang langsung Bu Wali tanyakan kepada yang pelaku tawuran, jadi mereka membutuhkan lapangan Skateboard. Itu permintaan langsung dari pemuda yang melakukan tawuran," jelas Tomi.
Transformasi kolong tol Angke ini menjadi simbol perubahan drastis. Pada 2024 silam, area ini merupakan permukiman liar yang padat, dihuni oleh sekitar 257 kepala keluarga atau 685 jiwa.
Setelah dilakukan penertiban, warga yang memiliki KTP DKI Jakarta direlokasi ke sejumlah rumah susun, seperti Rusun Rawa Buaya dan Rusun Daan Mogot, membuka jalan bagi revitalisasi kawasan.
Kebutuhan akan ruang terbuka di Tambora memang sangat mendesak. Camat Tambora, Pangestu Aji, menjelaskan bahwa wilayahnya yang kecil namun padat penduduk membuat para pemuda kesulitan menemukan tempat untuk berkegiatan.
"Kecamatan Tambora ini, selain wilayahnya kecil, penghuninya banyak, dan juga mereka sulit untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan positif lainnya," ungkap Pangestu.
Ia menambahkan, saat ini fasilitas publik yang tersedia masih sangat terbatas. Dengan total 11 kelurahan dan populasi yang sangat padat, ruang interaksi positif menjadi barang langka yang sangat dibutuhkan.
Berita Terkait
-
Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Balita 4 Tahun Kena Peluru Nyasar Tawuran di Medan, KemenPPPA: Ini Ancaman Nyata Bagi Anak
-
Pramono Anung Endus Ada Pihak yang Sengaja Adu Domba Warga Lewat Tawuran
-
Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook
-
Istana Jawab Ancaman Mogok: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc di Meja Presiden Prabowo
-
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
-
Menkes Budi: 28 Juta Orang Indonesia Berpotensi Alami Masalah Jiwa, Layanan Kini Dibawa ke Puskesmas