- KPK menangkap Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi melalui operasi tangkap tangan pada Senin (19/1/2026).
- Penangkapan Maidi diduga terkait dugaan korupsi pengelolaan proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Madiun.
- Bupati Sudewo tercatat memiliki harta bersih Rp31,5 miliar, jauh melebihi harta bersih Wali Kota Maidi sekitar Rp16,9 miliar.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat gebrakan dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua kepala daerah sekaligus di lokasi berbeda. Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo, dan Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Maidi, kini harus berurusan dengan lembaga antirasuah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, secara resmi mengonfirmasi penangkapan kedua pejabat tersebut. Keberadaan Sudewo yang sempat menjadi misteri akhirnya terjawab setelah KPK mengamankannya.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tangkap tangan di Pati adalah Saudara SDW (Sudewo)," kata Budi, Senin (19/1/2026).
Meski begitu, KPK belum merinci kasus korupsi yang menjerat Sudewo. Sementara itu, penangkapan Maidi di Madiun diduga kuat terkait praktik culas dalam pengelolaan proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Peristiwa tangkap tangan ini diduga terkait fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ungkap Budi.
Total sembilan orang, termasuk Wali Kota Maidi, telah digelandang ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Selanjutnya sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun," imbuh Budi.
Di balik kasus yang menjerat keduanya, sorotan publik kini tertuju pada total kekayaan mereka yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir pada April 2025.
Adu Harta Sudewo vs Maidi
Baca Juga: Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
Berdasarkan LHKPN, Bupati Pati Sudewo tercatat memiliki total kekayaan fantastis mencapai Rp31.519.711.746, tanpa memiliki utang sepeser pun.
Sumber kekayaannya didominasi oleh 31 bidang tanah dan bangunan senilai Rp17 miliar yang tersebar dari Solo, Pati, hingga Yogyakarta.
Koleksi kendaraannya pun tak kalah mentereng, dengan total nilai Rp6,3 miliar. Garasinya diisi oleh mobil-mobil mewah seperti BMW X5, Toyota Alphard, dan Toyota Land Cruiser, melengkapi jajaran Toyota Innova, Toyota Harrier, dan Mitsubishi Pajero.
Sementara itu, kekayaan Wali Kota Madiun Maidi tercatat sebesar Rp18.225.413.959. Namun, setelah dikurangi utang sebesar Rp1.299.284.440, total harta bersihnya menjadi Rp16.926.129.519.
Aset terbesarnya juga berasal dari properti, yakni 19 bidang tanah dan bangunan senilai Rp16 miliar yang mayoritas berada di Madiun.
Untuk urusan kendaraan, koleksi Maidi senilai Rp647 juta terbilang lebih sederhana, terdiri dari mobil seperti Nissan Grand Livina, Honda CR-V, dan Toyota Innova Reborn.
Jika dibandingkan, selisih harta kekayaan bersih antara Sudewo dan Maidi mencapai angka yang sangat signifikan, yakni Rp14.593.582.227, dengan Sudewo jauh lebih unggul dalam jumlah kekayaan.
Berita Terkait
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
LHKPN Bupati Pati, Sudewo yang Kena OTT KPK: Asetnya Tersebar dari Jabar Sampai Jatim
-
Bupati Pati, Sudewo Kena OTT KPK: Pemimpin yang Pernah Tantang Warganya Sendiri
-
KPK Pastikan Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT!
-
5 Fakta OTT KPK di Madiun, Wali Kota Maidi Ditangkap Terkait Dugaan Suap Proyek
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya
-
Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun