News / Metropolitan
Selasa, 20 Januari 2026 | 12:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan proyek Giant Sea Wall direncanakan mulai September 2026.
  • Jatah pengerjaan tembok laut oleh Pemprov DKI Jakarta bertambah dari 12 menjadi 19 kilometer atas arahan Presiden.
  • Pemerintah Provinsi sedang mematangkan proyek NCICD dan telah merampungkan pembangunan tanggul fase Ancol.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian mengenai linimasa pengerjaan proyek strategis nasional Giant Sea Wall di pesisir utara Jakarta.

"Tentang Giant Sea Wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat. Kapan dimulainya? Rencana konkretnya itu mulai bulan September tahun ini," ujarnya dalam sesi wawancara di kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Namun, Pramono mengungkapkan bahwa jatah pengerjaan tembok laut raksasa oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalami penambahan jarak yang cukup signifikan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Dulu Jakarta ini kebagian 12 kilometer. Tetapi kemarin ditambahkan oleh Pak Prabowo, dari 12 tambah 7 menjadi 19," bebernya.

Berapa pun tambahan jaraknya, politisi PDIP itu menegaskan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk mengeksekusi pagar beton penangkal banjir rob di masa depan.

"Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan," kata Pramono.

Sembil menunggu pengerjaan utama dimulai, Pemprov DKI Jakarta kini sedang fokus mematangkan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pantai utara.

"Yang tanggul-tanggul di pantai-pantai utara, yang kemarin sempat di-blow up ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas," terang Pramono.

Kabar baiknya, pembangunan tanggul fase Ancol kini telah rampung dan memasuki tahap pemolesan estetika agar lebih fungsional bagi warga.

Baca Juga: Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir

Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengubah wajah pesisir Jakarta yang semula hanya barisan beton kaku, menjadi ruang publik yang lebih asri dan humanis.

"Saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri tembok atau beton aja, tetapi ada tamannya," pungkas Pramono.

Load More