- Politisi PDIP, Adian Napitupulu, mengunggah video dukungan Jokowi dan Kaesang kepada Bupati Pati sehari setelah penangkapan Sudewo oleh KPK.
- Video tersebut memperlihatkan restu Jokowi dan ajakan Kaesang memilih Sudewo, kontras dengan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan.
- Unggahan Adian menyindir dukungan politik keluarga mantan presiden tidak menjamin integritas pemimpin dari praktik korupsi.
Suara.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu, kembali memicu keriuhan di jagat maya.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya @adian_napitupulu pada Selasa (20/1/2026), dirinya membagikan sebuah video kilas balik yang memperlihatkan dukungan penuh dari mantan Presiden Joko Widodo serta putranya Kaesang Pangarep terhadap Bupati Pati, Sudewo, dan wakilnya, Risma Ardhi Chandra.
Postingan itu dibuat Adia satu hari setelah Sudewo terjejaring Operasi Tangkap tangan(OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Video tersebut menarik perhatian publik lantaran menyandingkan pesan titipan Jokowi dengan realitas pahit yang terjadi saat penangkapan sang kepala daerah atas dugaan korupsi.
Dalam unggahan video tersebut, Adian menampilkan potongan klip saat masa kampanye, di mana Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan semangat mengajak warga Pati untuk tidak ragu memilih pasangan Sudewo dan Chandra.
“Untuk warga Pati Jangan lupa pilih Pak Sudewo dengan Pak Chandra nomor satu," ujar Kaesang dalam unggahan video tersebut.
Tak hanya Kaesang, video itu juga menampilkan momen krusial saat Jokowi memberikan restu khusus.
Dalam rekaman tersebut, Jokowi secara eksplisit menitipkan masa depan Kabupaten Pati kepada Sudewo dan Chandra. Pesan itu seolah menjadi jaminan kualitas bagi pasangan tersebut di mata pemilih saat itu.
“Pak Sudewo Pak Chandra saya titip Kabupaten Pati,” ujar Jokowi dalam ungguhan video tersebut.
Baca Juga: Sudewo Bupati Pati dari Partai Apa? Terjaring OTT KPK
Namun, sayangnya "titipan" tersebut kini berujung pada proses hukum.
Fakta terbaru menunjukkan Bupati Pati, Sudewo, terjaring OTT oleh KPK dengan dugaan kasus yang menjeratnya adalah berkaitan dengan jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.
Penangkapan Sudewo melalui OTT ini menjadi ironi besar, mengingat ia adalah sosok yang secara terbuka didukung oleh lingkaran keluarga yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Adian Napitupulu dalam unggahannya tidak banyak memberikan narasi, namun pilihan videonya secara jelas menyindir kredibilitas dukungan politik yang diberikan keluarga Jokowi.
Adian seolah ingin mengingatkan publik bahwa dukungan dari figur kekuasaan tidak menjamin seorang pemimpin bersih dari praktik korupsi.
“Dulu di demo warganya tolak mundur, kini terjejaring OTT KPK. Selamat buat warga Pati,” tulis Adian dalam keterangan singkat di unggahannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun