News / Nasional
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dua kanan) dan Raja Charles III (kanan) menenteng cangkir teh saat memasuki ruangan pertemuan bersama kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Galih Pradipta
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan Raja Charles III memulai pertemuan di Lancaster House dengan minum teh bersama pada Rabu (1/12/2025).
  • Diskusi utama berfokus pada isu konservasi lingkungan global, termasuk perlindungan habitat gajah dan aliansi ekonomi hijau.
  • Setelah pertemuan formal, kedua pemimpin berjalan kaki menuju Istana St James untuk melanjutkan diskusi lebih mendalam secara tertutup.

Suara.com - Di tengah cuaca musim dingin yang menggigit London, sebuah pertemuan tingkat tinggi justru dihangatkan oleh tradisi sederhana: 'ngeteh'. Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III memulai diskusi penting mereka dengan secangkir teh hangat, menciptakan suasana akrab dan santai di Lancaster House, Rabu (1/12/2025) pagi waktu setempat.

Di Inggris, tradisi minum teh adalah bagian tak terpisahkan dari budaya, sebuah ritual yang dijaga turun-temurun, terutama di kalangan bangsawan. Suasana cair inilah yang menjadi pembuka obrolan serius mengenai isu konservasi dan lingkungan bersama sejumlah kelompok filantropi terkemuka.

Pemandangan menarik terjadi sesaat sebelum pertemuan dimulai. Raja Charles, saat hendak memasuki ruang utama, menghentikan langkahnya di depan meja saji. Tanpa ragu, ia menuangkan sendiri susu ke dalam cangkir tehnya, sebuah gestur yang menunjukkan kesederhanaan.

Langkah serupa diikuti oleh Presiden Prabowo. Ia juga mengambil cangkir tehnya sendiri sebelum memasuki Main Hall Lancaster House.

Sambil menenteng cangkir teh masing-masing, kedua pemimpin dunia itu kemudian berkeliling menyalami para peserta acara, yang terdiri dari para pegiat lingkungan dan dermawan internasional.

Namun, di balik cangkir teh hangat itu, agenda yang dibahas sangatlah serius. Di dalam ruangan, terpampang sejumlah poster yang menampilkan kerja-kerja konservasi global, termasuk upaya perlindungan habitat gajah yang menjadi perhatian khusus.

Aliansi ekonomi yang berfokus pada pelestarian lingkungan juga turut memamerkan program mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit itu, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi penting. Terlihat Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif F Nurofiq, Menteri Kehutanan, Raja J Antoni, serta Wakil Ketua Komisi I DPR, Budisatrio Djiwandono.

Turut hadir pula Sekretaris Kabinet, Teddy I Wijaya, dan putra semata wayang Presiden, Ragowo H Djojohadikusumo, yang lebih populer dengan nama Didit Hediprasetyo.

Baca Juga: Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

Keakraban antara Prabowo dan Charles tidak berhenti di ruang pertemuan. Selepas acara, Raja Charles memilih untuk berjalan kaki meninggalkan lokasi menuju kediamannya di Istana St James. Hujan ringan yang mulai turun tak menyurutkan langkahnya.

Lima menit berselang, Presiden Prabowo melakukan hal yang sama. Ia mengikuti langkah Raja Charles, berjalan kaki sambil memegang payungnya sendiri menuju Istana St James. Prabowo tampak didampingi oleh Teddy, Didit, dan Hashim.

Di Istana St James, keduanya melanjutkan diskusi secara lebih mendalam dan tertutup. Pertemuan ini difokuskan pada isu-isu lingkungan yang lebih spesifik, termasuk konservasi gajah, mengingat posisi Raja Charles yang masih menjabat sebagai pembina (patron) untuk World Wildlife Fund (WWF)-UK.

Selepas pertemuan penting di Istana St James, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanannya ke bandara untuk terbang menuju Davos, Swiss, guna menghadiri agenda internasional lainnya. (Sumber: Antara)

Load More