- Presiden Prabowo dan Raja Charles III memulai pertemuan di Lancaster House dengan minum teh bersama pada Rabu (1/12/2025).
- Diskusi utama berfokus pada isu konservasi lingkungan global, termasuk perlindungan habitat gajah dan aliansi ekonomi hijau.
- Setelah pertemuan formal, kedua pemimpin berjalan kaki menuju Istana St James untuk melanjutkan diskusi lebih mendalam secara tertutup.
Suara.com - Di tengah cuaca musim dingin yang menggigit London, sebuah pertemuan tingkat tinggi justru dihangatkan oleh tradisi sederhana: 'ngeteh'. Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III memulai diskusi penting mereka dengan secangkir teh hangat, menciptakan suasana akrab dan santai di Lancaster House, Rabu (1/12/2025) pagi waktu setempat.
Di Inggris, tradisi minum teh adalah bagian tak terpisahkan dari budaya, sebuah ritual yang dijaga turun-temurun, terutama di kalangan bangsawan. Suasana cair inilah yang menjadi pembuka obrolan serius mengenai isu konservasi dan lingkungan bersama sejumlah kelompok filantropi terkemuka.
Pemandangan menarik terjadi sesaat sebelum pertemuan dimulai. Raja Charles, saat hendak memasuki ruang utama, menghentikan langkahnya di depan meja saji. Tanpa ragu, ia menuangkan sendiri susu ke dalam cangkir tehnya, sebuah gestur yang menunjukkan kesederhanaan.
Langkah serupa diikuti oleh Presiden Prabowo. Ia juga mengambil cangkir tehnya sendiri sebelum memasuki Main Hall Lancaster House.
Sambil menenteng cangkir teh masing-masing, kedua pemimpin dunia itu kemudian berkeliling menyalami para peserta acara, yang terdiri dari para pegiat lingkungan dan dermawan internasional.
Namun, di balik cangkir teh hangat itu, agenda yang dibahas sangatlah serius. Di dalam ruangan, terpampang sejumlah poster yang menampilkan kerja-kerja konservasi global, termasuk upaya perlindungan habitat gajah yang menjadi perhatian khusus.
Aliansi ekonomi yang berfokus pada pelestarian lingkungan juga turut memamerkan program mereka.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit itu, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi penting. Terlihat Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif F Nurofiq, Menteri Kehutanan, Raja J Antoni, serta Wakil Ketua Komisi I DPR, Budisatrio Djiwandono.
Turut hadir pula Sekretaris Kabinet, Teddy I Wijaya, dan putra semata wayang Presiden, Ragowo H Djojohadikusumo, yang lebih populer dengan nama Didit Hediprasetyo.
Baca Juga: Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
Keakraban antara Prabowo dan Charles tidak berhenti di ruang pertemuan. Selepas acara, Raja Charles memilih untuk berjalan kaki meninggalkan lokasi menuju kediamannya di Istana St James. Hujan ringan yang mulai turun tak menyurutkan langkahnya.
Lima menit berselang, Presiden Prabowo melakukan hal yang sama. Ia mengikuti langkah Raja Charles, berjalan kaki sambil memegang payungnya sendiri menuju Istana St James. Prabowo tampak didampingi oleh Teddy, Didit, dan Hashim.
Di Istana St James, keduanya melanjutkan diskusi secara lebih mendalam dan tertutup. Pertemuan ini difokuskan pada isu-isu lingkungan yang lebih spesifik, termasuk konservasi gajah, mengingat posisi Raja Charles yang masih menjabat sebagai pembina (patron) untuk World Wildlife Fund (WWF)-UK.
Selepas pertemuan penting di Istana St James, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melanjutkan perjalanannya ke bandara untuk terbang menuju Davos, Swiss, guna menghadiri agenda internasional lainnya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London
-
Dari London, Prabowo Gelar Ratas Bahas Penertiban Hutan
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Sudewo Diduga Terima Duit dari Kasus DJKA Saat Jadi Anggota Komisi V DPR RI
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
-
Kasus HGU di Lahan TNI AU Masuk Dua Jalur Hukum, Kejagung dan KPK Telusuri Dugaan Korupsi Lama
-
6 Fakta Kasus Guru Honorer Tri Wulansari, Tegur Murid Berujung Tersangka
-
Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit
-
Riuh di Balik Tembok Keraton Solo: Tradisi, Takhta, dan Negara
-
Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal
-
Penutupan Berkepanjangan Bandung Zoo Dinilai Picu Kebocoran PAD dan Praktik Tak Resmi
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi ABK KM Bintang Laut, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban di Perairan Arafura