- BPBD Kota Kupang mencatat 25 rumah rusak akibat angin kencang yang menerjang pada Sabtu (24/1) dini hari.
- Dampak angin kencang mencakup enam rumah rusak berat, 19 ringan, dan satu korban luka ringan.
- Selain rumah, angin kencang merusak atap Gereja GMIT Yegar yang baru saja selesai direnovasi.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat sebanyak 25 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 00.30 WITA.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Riko Umar, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara karena tim masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan.
“Menurut keterangan warga, angin kencang itu terjadi secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat, namun membuat 25 unit rumah rusak,” kata Riko kepada wartawan di Kupang, Sabtu.
Dari total rumah terdampak, enam unit dilaporkan mengalami kerusakan berat, sedangkan 19 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain kerusakan rumah, angin kencang juga menyebabkan adanya korban luka yang saat ini sedang menjalani perawatan medis setelah terkena seng yang terlepas dan terbawa angin.
Bencana tersebut juga merusak atap Gedung GMIT Yegar di Sahaduta Belo. Gereja tersebut diketahui baru selesai direnovasi dan telah digunakan oleh jemaat setempat selama sekitar empat bulan.
“Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah jiwa yang terdampak guna memastikan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
BPBD Kota Kupang bersama pemerintah setempat terus memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak. Sebelumnya, angin kencang juga sempat menerjang wilayah Kecamatan Alak dan merusak puluhan rumah warga.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur diperkirakan masih akan berlangsung sepanjang Januari.
Baca Juga: Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
Berita Terkait
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Apa Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini?
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
-
Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
-
Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa