Suara.com - Kabar mengenai kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi topik yang paling dinantikan.
Memasuki tahun 2026, banyak pihak, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, hingga anggota TNI dan Polri, berharap ada kepastian mengenai peningkatan kesejahteraan mereka. Pemerintah sendiri telah memberikan sinyal positif, meski prosesnya memerlukan ketelitian tinggi.
Sinyal Hijau dari KemenPAN RB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, dalam rapat di DPR RI pada pertengahan Januari 2026, memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan wacana ini.
Beliau menegaskan bahwa usulan kenaikan gaji sudah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Keuangan.
"Kami sudah mengirimkan surat dan berdiskusi langsung dengan Menteri Keuangan. Saat ini, semuanya sedang dalam tahap pengkajian mendalam," jelas Rini.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mengupayakan perbaikan penghasilan bagi para abdi negara.
Menunggu Lampu Hijau dari Kementerian Keuangan
Meski usulan sudah di meja bendahara negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Ada faktor stabilitas ekonomi dan kesehatan kas negara yang harus dipertimbangkan.
Baca Juga: Lula Lahfah Meninggal Dunia, Kenapa Polisi Turun Tangan?
Purbaya menjelaskan bahwa nasib kenaikan gaji ini baru akan menemui titik terang pada triwulan II tahun 2026. Hal ini dikarenakan pemerintah perlu mengevaluasi kinerja ekonomi nasional pada tiga bulan pertama tahun ini sebelum menambah pos belanja negara.
Prioritas untuk Guru dan Tenaga Kesehatan
Satu hal yang menarik adalah rencana kenaikan gaji kali ini kemungkinan besar tidak dipukul rata. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, pemerintah akan memberikan fokus lebih pada kelompok strategis yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
Beberapa profesi yang menjadi prioritas utama antara lain:
- Guru dan Dosen
- Tenaga Kesehatan (Nakes)
- Tenaga Penyuluh
Kebijakan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat melalui kesejahteraan pegawainya.
Bagaimana Besaran Gaji Saat Ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron