- Gubernur sebut kapasitas Jakarta hanya bisa tampung hujan 150 mm per hari.
- Pemprov akan keruk sungai terus-menerus dan normalisasi tiga sungai utama.
- Jika curah hujan di atas 200 mm, Jakarta dipastikan masih banjir.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan evaluasi pasca-banjir besar yang melanda Ibu Kota pada 22 Januari 2026. Ia mengungkap bahwa salah satu kendala utama adalah kapasitas daerah tangkapan air (catchment area) Jakarta yang sudah tidak memadai.
Menurutnya, kondisi tata ruang yang sudah permanen dan sulit diubah membuat infrastruktur yang ada saat ini hanya mampu menoleransi curah hujan dengan intensitas tertentu.
"Sekarang ini yang jadi problem, tata ruangnya sudah given. Catchment area-nya tidak mencukupi. Jadi, walaupun dikeruk semuanya, Jakarta ini cuma bisa menampung curah hujan 150 milimeter per hari," ujar Pramono di Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).
Langkah Penanganan Jangka Pendek dan Menengah
Sebagai respons, Pramono telah menyiapkan serangkaian langkah, baik jangka pendek maupun jangka menengah:
1. Jangka Pendek: Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk memaksimalkan 200 unit ekskavator yang dimiliki Pemprov DKI guna melakukan pengerukan secara terus-menerus untuk mencegah pendangkalan sungai.
2. Jangka Menengah: Pemprov DKI akan fokus pada program normalisasi tiga sungai utama, yaitu Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
"Saya sudah minta ini segera diputuskan. Normalisasi Kali Ciliwung akan segera dimulai bersama pemerintah pusat, sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama, kami mulai tahun ini," bebernya.
Meskipun berbagai upaya telah disiapkan, Pramono tetap mengingatkan bahwa Jakarta akan selalu memiliki risiko banjir jika terjadi cuaca ekstrem di atas rata-rata.
"Walaupun tetap, yang namanya Jakarta itu kalau curah hujannya di atas 200 (mm), pasti terus ada penanganan banjir," pungkasnya.
Baca Juga: Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem Besok, Pramono Anung Kebut Pengerukan Kali dan Modifikasi Cuaca
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden
-
Sesuai Mandat Reformasi, Kapolri Nilai Posisi Polri Langsung di Bawah Presiden Sudah Ideal
-
Tiga Tahun Nihil Serangan Teror, Kapolri Waspadai Perekrutan 110 Anak Lewat Ruang Digital
-
Kapolri Dorong Perpol 10/2025 Masuk Revisi UU Polri, Tegaskan Tak Melawan Putusan MK
-
Saut Situmorang: Demokrasi Mahal Jadi Akar Korupsi, OTT KPK Hanya Puncak Gunung Es
-
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem Besok, Pramono Anung Kebut Pengerukan Kali dan Modifikasi Cuaca