- Rocky Gerung hadir sebagai saksi ahli di Polda Metro Jaya terkait polemik keaslian ijazah mantan Presiden Jokowi.
- Rocky menilai upaya pengacara Jokowi membela diri justru menunjukkan kepanikan istana terkait isu ijazah tersebut.
- Ia menegaskan bahwa tuntutan publik untuk menunjukkan ijazah adalah hak konstitusional dan ujian etik bagi kepala negara.
Suara.com - Akademisi sekaligus ahli filsafat, Rocky Gerung hadir memberikan pandangan sebagai saksi ahli terkait polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Polda Metro Jaya.
Melalui analisisnya, Rocky Gerung menilai kehadiran dirinya adalah upaya menjaga akal sehat publik.
Ia melihat saat ini Jokowi sedang mengalami kegelisahan mendalam, tidak hanya karena urusan dinasti politik, tetapi juga karena tekanan terkait keaslian ijazahnya.
"Kelihatannya pihak Jokowi makin panik sehingga mulai mengancam kembali, seolah-olah kalau ijazah itu dipertontonkan akan ada chaos," ujarnya, dikutip dari kanal Rocky Gerung Official pada Selasa (27/1/2026).
Rocky menilai langkah hukum yang diambil melalui tim pengacara mantan Presiden justru menjadi bukti otentik adanya kepanikan di lingkaran dalam Istana.
Ia secara khusus menyoroti argumen lawyer Jokowi, Yakub Hasibuan, yang menyatakan bahwa menunjukkan ijazah secara terbuka dapat memicu kekacauan.
Bagi Rocky, argumen tersebut merupakan pengakuan tidak langsung atas kerapuhan posisi mantan Presiden saat ini.
Rocky juga menyinggung informasi dari kader PDIP, Bitor Suryadi, mengenai dugaan keterkaitan pembuatan ijazah di Pasar Pramuka, Jakarta.
Rocky menanggapi pernyataan mengenai hilangnya dua orang aktivis yang diduga mengetahui proses tersebut sebagai misteri yang harus diungkap, karena hal ini memperkuat tuntutan publik akan kejujuran seorang pemimpin.
Baca Juga: Jadi Saksi Ahli di Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung: Ijazahnya Asli, Orangnya yang Palsu!
"Bahkan saudara Bitor Suryadi terang-terangan mengatakan ia tahu bahwa itu dibikin di Jalan Pramuka. Kan sebetulnya itu membuktikan bahwa banyak betul manusia Indonesia yang ingin ada kejujuran dari Jokowi," jelasnya.
Sebagai saksi atas perjalanan demokrasi, Rocky menegaskan bahwa Presiden adalah "pesuruh" dari kedaulatan rakyat, sehingga warga negara memiliki hak konstitusional untuk bertanya.
Ia menegaskan bahwa tuntutan ini bukanlah urusan hukum antar-individu secara pribadi, melainkan kewajiban administrasi seorang kepala negara kepada rakyatnya.
"Jokowi itu tidak dituntut untuk memperlihatkan ijazahnya sebagai individu yang bernama Jokowi Widodo, bukan, tetapi sebagai kepala negara yang harus mengikuti prosedur administrasi negara."
Ia menambahkan bahwa jika muncul kecurigaan publik terhadap integritas seorang pemimpin, maka hal tersebut sah secara moral dalam ruang demokrasi.
Menurutnya, kontroversi ini kini telah bergeser dari sekadar urusan administrasi menjadi ujian kematangan etik bagi Jokowi.
Berita Terkait
-
Jadi Saksi Ahli di Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung: Ijazahnya Asli, Orangnya yang Palsu!
-
Jelang Diperiksa Polisi, Rocky Gerung akan Jelaskan Metodologi Penelitian Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
PSI Gaspol Konsolidasi Jelang Rakernas Makassar, Program Disatukan Bareng Relawan Jokowi
-
Alasan Damai Hari Lubis Laporkan Pengacara Roy Suryo ke Polda Metro Jaya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Kisah Nuryati Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Kehabisan Oksigen Usai Gagal Dievakuasi Lewat Jendela
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Pakar UGM Soroti Efek Domino Tabrakan Kereta Bekasi: Pelanggaran di Perlintasan Jadi Pemicu Maut!
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran