- Rocky Gerung hadir sebagai saksi di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.
- Keterangan Rocky Gerung akan fokus pada metodologi penelitian serta fungsi sikap kritis dalam pencarian pengetahuan.
- Rocky menilai riset terkait ijazah Jokowi sah dilakukan selama prosedur penelitian belum selesai dan masih ada data baru.
Suara.com - Akademisi sekaligus ahli filsafat Rocky Gerung menegaskan kehadirannya di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bukan untuk meringankan atau memberatkan pihak mana pun.
Rocky Gerung menekankan, keterangannya akan berfokus pada metodologi penelitian dan fungsi sikap kritis dalam proses pencarian pengetahuan.
“Nggak ada urusan memberatkan, meringankan. Saya ingin menerangkan fungsi dari metode di dalam meneliti,” kata Rocky di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Rocky juga mengatakan, materi yang akan ia sampaikan sepenuhnya bergantung pada pertanyaan penyidik. Ia mengaku tidak ingin mengarahkan fokus pemeriksaan.
“Tergantung yang ditanyain, nanti kalau saya fokusnya di sini, nanti penyelidiknya tidak fokus,” ujarnya.
Meski demikian, Rocky memastikan penjelasan yang disampaikannya berkaitan dengan metodologi ilmiah yang selama ini ia tekuni.
“Karena saya mengajar metodologi bertahun-tahun, membaca bertahun-tahun soal matematik, fisika, biologi, stem cell, fungsi neurotransmitter,” ucapnya.
Rocky juga menilai penelitian terhadap dokumen ijazah Jokowi yang dilakukan tersangka Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan dr. Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa merupakan proses yang tidak bisa dibatasi secara kaku.
Menurut dia, riset bersifat terbuka dan berjalan mengikuti data serta prosedur.
Baca Juga: Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
“Semua riset itu perlu waktu dan tidak mungkin berakhir. Riset Dr. Tifa, risetnya Rismon, risetnya Roy itu. Kan semua itu dimungkinkan oleh prosedur,” kata Rocky.
Ia menegaskan, selama prosedur penelitian belum selesai dan masih terdapat data baru, riset tetap sah dilakukan.
“Kalau prosedurnya belum selesai, ada data baru, ya riset aja. Jadi, dimana pidanaannya di situ? Kan, nggak pidana apa-apa, kan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rocky menekankan bahwa pertanyaan publik soal ijazah merupakan hak warga negara yang seharusnya dijawab langsung oleh Jokowi selaku mantan kepala negara.
“Kan warga negara bertanya pada Presiden di mana deliknya. Pertanyaan warga negara pada Kepala Negara harus dijawab oleh Kepala Negara. Kenapa? Karena Kepala Negara kacungnya warga negara,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Novel Bamukmin Ungkap 5 Candaan Salat Pandji Usai Diperiksa Polisi, Apa Saja?
-
Alasan Damai Hari Lubis Laporkan Pengacara Roy Suryo ke Polda Metro Jaya
-
Lula Lahfah Sempat Menjerit Kesakitan Sebelum Ditemukan Tewas di Apartemennya
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG