- Pemerintah Indonesia dan RUSAL Rusia sepakat menempatkan 50 lulusan SMK terampil di sektor industri Rusia mulai Mei 2026.
- Peserta akan menjalani pelatihan dua tahun di Rusia, meliputi bahasa dan keahlian teknis, dengan potensi gaji Rp43,8 juta.
- Kerja sama ini menggeser fokus PMI dari sektor domestik menjadi tenaga kerja profesional terampil sesuai standar industri global.
Suara.com - Angin segar berembus bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Sebuah peluang emas untuk bekerja di luar negeri dengan gaji fantastis kini terbuka lebar, menyusul rencana kerja sama strategis antara pemerintah Indonesia dengan raksasa industri alumunium asal Rusia, RUSAL.
Tak tanggung-tanggung, tawaran yang disodorkan mencakup program pelatihan penuh di Rusia hingga kontrak kerja jangka panjang dengan potensi gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Inisiatif ini mengemuka setelah Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, dan perwakilan RUSAL, Alexey Mirskiy, di Jakarta pada Senin (26/1/2026).
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat keseriusan kedua negara untuk meningkatkan kualitas dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Fokus Pemerintah: Dari Sektor Domestik ke Profesional Terampil
Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar untuk mengubah citra dan orientasi PMI di kancah global. Era pengiriman pekerja di sektor domestik akan secara bertahap digeser menuju penempatan tenaga kerja profesional dengan keahlian spesifik yang diakui dunia.
“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, menurut keterangan tertulis yang dikonfirmasi, sebagaimana dilansir Antara, Senin.
Menurutnya, Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar. Rusia, dengan kebutuhan industri teknologinya, dipandang sebagai mitra ideal untuk menyerap tenaga kerja terampil dari Tanah Air.
“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” ucap dia, menambahkan.
Baca Juga: Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
Pemerintah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini, mulai dari penyiapan calon PMI dengan keterampilan dasar hingga penyesuaian kurikulum vokasi, khususnya di bidang pengelasan, agar relevan dengan standar industri di Rusia.
Skema Menggiurkan dari RUSAL: Gaji Rp 43 Juta dan Kontrak 5 Tahun
Perwakilan RUSAL, Alexey Mirsky, memaparkan secara rinci tawaran menggiurkan yang telah disiapkan.
Pihaknya berencana merekrut 50 lulusan SMK terbaik dari Indonesia untuk diikutsertakan dalam program pendidikan dan pelatihan intensif di fasilitas modern mereka di Rusia.
Program ini dirancang selama dua tahun, mencakup satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pemantapan keahlian teknis. Ada lima bidang utama yang menjadi fokus, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.
Benefit yang ditawarkan setelah lulus program sangat menjanjikan.
Berita Terkait
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif