- Pemerintah Indonesia dan RUSAL Rusia sepakat menempatkan 50 lulusan SMK terampil di sektor industri Rusia mulai Mei 2026.
- Peserta akan menjalani pelatihan dua tahun di Rusia, meliputi bahasa dan keahlian teknis, dengan potensi gaji Rp43,8 juta.
- Kerja sama ini menggeser fokus PMI dari sektor domestik menjadi tenaga kerja profesional terampil sesuai standar industri global.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta),” ucap Mirsky.
Jadwal dan Skema Penempatan
Program ini tidak hanya berfokus pada penempatan di Rusia. Alexey Mirsky menjelaskan bahwa skema yang akan dijalankan adalah knowledge sharing.
Artinya, dari 50 peserta, 25 orang akan bekerja di Rusia, sementara 25 lainnya akan ditempatkan di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, seperti fasilitas pengilangan, setelah menyelesaikan pelatihan.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU) dan proposal teknis. Bagi Anda yang berminat, catat jadwalnya, program ini diharapkan dimulai dengan proses rekrutmen pada Mei 2026, dan pemberangkatan para kandidat terpilih ditargetkan pada September 2026.
Kerja sama ini juga disebut sebagai perwujudan konkret dari program “Quick Win” Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam mencetak “SMK Go Global”, yang bertujuan melatih dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara masif dan terlindungi.
Berita Terkait
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?
-
Bripda Rio dan Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Menkum: Status WNI Otomatis Hilang
-
6 Fakta Bripda Rio: Desersi Usai Selingkuh dan KDRT, Kabur Jadi Tentara Bayaran Rusia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura