- Kemenkes siapkan metode swab mandiri inovatif untuk perluas jangkauan deteksi dini kanker serviks.
- Metode ini miliki validitas tinggi dan mengatasi kendala rasa malu pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
- Uji coba di Jawa Timur buktikan model self-sampling tingkatkan partisipasi skrining DNA HPV secara signifikan.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan strategi baru yang lebih inovatif untuk memperluas deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Strategi tersebut dilakukan melalui metode swab mandiri yang memungkinkan perempuan melakukan pemeriksaan awal sendiri di rumah.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan bahwa metode ini menjadi alternatif dari pemeriksaan konvensional yang selama ini dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Kita mempunyai strategi yang lebih inovatif lagi. Kalau dulu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan swab pemeriksaan pap smear, kalau sekarang dilakukan pemeriksaan mandiri,” kata Dante usai acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dalam skema baru ini, Kemenkes akan menyediakan alat swab kepada masyarakat. Pemeriksaan dilakukan sendiri oleh peserta, kemudian hasil swab tersebut diserahkan kepada petugas laboratorium untuk dianalisis.
“Jadi kita kasih alatnya. Mereka melakukan swab sendiri secara mandiri. Kemudian swab itu, kertas tersebut dikasih ke petugas laboratorium untuk diperiksa,” ujarnya.
Dante mengungkapkan, metode swab mandiri telah diuji coba melalui proyek percontohan (pilot study). Hasilnya menunjukkan tingkat validitas yang cukup tinggi.
“Ternyata dari angka pilot study yang kita lakukan di Surabaya, angka invalidnya cuma 1,1 persen,” kata Dante.
Menurutnya, dengan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat, swab mandiri berpotensi menjadi salah satu alat penting dalam mengidentifikasi kasus kanker serviks secara lebih luas.
“Nanti dengan edukasi yang lebih baik, mudah-mudahan swab mandiri ini bisa menjadi salah satu tools yang bisa mengidentifikasi kasus kanker leher rahim di seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
Dante menilai, metode ini juga menjawab sejumlah kendala yang selama ini membuat cakupan skrining kanker serviks masih rendah, salah satunya faktor psikologis.
“Karena memang masih ada handicap, salah satunya adalah rasa malu. Kalau mereka harus berobat, mereka harus di-*swab* vaginanya di layanan fasilitas kesehatan,” kata dia.
Dengan swab mandiri, lanjut Dante, perempuan dapat melakukan deteksi dini dari rumah masing-masing tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan sejak tahap awal.
“Karena dengan itu, maka swab mandiri ini bisa mengidentifikasi secara dini di rumah masing-masing,” ujarnya.
Pilot Project di Jawa Timur
Proyek percontohan skrining mandiri kanker leher rahim atau kanker serviks itu dilaksanakan di dua wilayah dengan karakteristik geografis berbeda di Provinsi Jawa Timur, yakni Kelurahan Manukan Kulon, Kota Surabaya, dan Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang