- Rocky Gerung menyindir pertemuan Prabowo dengan tokoh bangsa di Kertanegara, menyoroti kegelisahan pemerintah terhadap politik arus bawah.
- Rocky menilai ada kontradiksi antara pertemuan rekonsiliatif Presiden dengan tudingan adanya kekuatan asing di balik demonstrasi.
- Kegelisahan politik saat ini disebabkan beban warisan kebijakan buruk terakumulasi selama sepuluh tahun pemerintahan sebelumnya.
Suara.com - Pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung menyindir pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh bangsa di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) lalu.
Meski pertemuan yang dihadiri figur kritis seperti Abraham Samad, Siti Zuhro, hingga Said Didu tersebut berlangsung cair, Rocky menilai hal itu tidak serta-merta menutupi kegelisahan pemerintah. Khususnya terhadap dinamika politik arus bawah yang kian memanas.
"Sejumlah oposisi pertemuan dengan Presiden Prabowo, keluar dari Kertanegara, senyum. Setelah oposisi pasti dapat posisi," kata Rocky dalam Konferensi Akademik Republik 'Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer dan Gerakan Sosial' dan Launching Akademik Republikan, di Fisipol UGM, Selasa (3/2/2026).
Dalam paparannya, Rocky turut menyoroti adanya kontradiksi antara pertemuan rekonsiliatif tersebut dengan pidato Presiden di Sentul beberapa hari setelahnya.
Kala itu, Presiden Prabowo sempat menuding ada kekuatan asing di balik berbagai aksi demonstrasi.
Kepala Negara turut menyinggung aksi unjuk rasa yang disertai aksi bakar membakar hingga pelemparan bom molotov. Pasalnya aksi itu selain membahayakan tapi juga tindak pidana.
Menurut Rocky, di balik narasi normatif pemerintah tentang upaya mencapai kemakmuran dan keadilan, terdapat pesan tersirat yang melarang adanya gangguan stabilitas.
Hal itu justru menjadi indikator ketidakamanan penguasa dalam menghadapi potensi gejolak publik.
"Tapi prinsipnya, di belakang uraian Presiden Prabowo, ada kecemasan tentang kemungkinan demonstrasi. Coba kita lihat, seolah-olah stabil tapi undercurrent politics-nya penuh dengan kegelisahan," ungkapnya.
Baca Juga: Dukung Gerakan Indonesia Asri, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Langsung Gerak Cepat
Warisan Jokowi
Lebih lanjut, Rocky menganalisis bahwa kegelisahan politik saat ini berakar pada realitas bahwa pemerintahan Prabowo terpaksa menanggung beban berat akibat kebijakan satu dekade terakhir.
Ia bilang kemarahan publik yang muncul saat ini adalah residu dari investasi buruk dan ketidakjujuran yang terakumulasi selama 10 tahun pemerintahan Joko Widodo, yang kini harus dihadapi oleh kepemimpinan baru.
"Ketika kita paham bahwa pada akhirnya seluruh investasi buruk selama 10 tahun Jokowi harus ditelan oleh Prabowo. Maka Presiden akhirnya tenggelam, ditenggelamkan oleh past event," tandasnya.
Rocky mengambil contoh konkret dari gejolak ekonomi, seperti jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu terakhir. Termasuk dengan kerusakan lingkungan yang masif di sejumlah daerah.
"Apakah IHSG drop kemarin gara-gara kebijakan Prabowo? Ya, sinyalnya di situ. Tapi ini akumulasi dari pemalsuan dokumen, dari goreng-goreng saham tuh selama 10 tahun," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun