- Finansier AS Jeffrey Epstein, terlibat perdagangan seks anak, meninggal di penjara New York pada Agustus 2019.
- Kasus ini melibatkan Ghislaine Maxwell sebagai perekrut dan pulau pribadi Little St. James sebagai lokasi aktivitas kriminalnya.
- Keputusan transparansi tahun 2025 mewajibkan perilisan berkas yang menyebutkan ratusan nama tokoh dan keterlibatan beberapa bank.
Suara.com - Kasus Jeffrey Epstein adalah salah satu skandal kejahatan seksual terbesar di dunia, melibatkan jaringan elite global, ribuan korban, dan dokumen rahasia yang terus dibuka hingga kini.
Epstein, seorang finansier kaya asal AS, ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan meninggal di penjara tahun 2019.
Kasus tersebut memasuki fase baru setelah pemerintah Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein pada penghujung 2025.
Aturan yang ditandatangani Presiden Donald Trump itu mewajibkan Departemen Kehakiman (DoJ) membuka seluruh berkas investigasi selambat-lambatnya pada 19 Desember 2025.
Berikut adalah 7 fakta kasus jeffrey epstein, skandal elit global yang mengguncang dunia:
1. Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Edward Epstein atau yang dikenal sebagai Jeffrey Epstein adalah seorang finansier asal Amerika Serikat. Ia lahir pada 20 Januari 1953 di New York, Amerika Serikat.
Namanya dikenal luas bukan karena prestasi bisnis, tetapi karena skandal pelecehan dan perdagangan seks anak di bawah umur yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia dikenal karena memiliki lingkaran pertemanan elit, mulai dari pemenang Nobel, bintang film, hingga presiden negara-negara besar.
2. Little St. James: "Pulau Pedofil" yang Terisolasi
Pulau pribadi Jeffrey Epstein yang sering disebut dalam berbagai dokumen dan kesaksian adalah Little St. James, sebuah pulau kecil seluas 72 hektare di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, sekitar 2 mil dari pantai St. Thomas di Karibia.
Baca Juga: Begini Cara Mengakses Dokumen Epstein Resmi, Lengkap 3 Juta Halaman
Pulau yang sering dijuluki media sebagai "Pedophile Island" ini diduga digunakan Epstein untuk menyembunyikan aktivitas kriminal, termasuk membawa wanita muda dan gadis di bawah umur dengan helikopter dari St. Thomas.
3. Ghislaine Maxwell: Sang "Tangan Kanan" di Balik Layar
Epstein tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh Ghislaine Maxwell, seorang sosialita Inggris dan juga mantan pacar Jeffrey Epstein.
Maxwell bertugas sebagai "perekrut" yang mendekati gadis-gadis muda, memanipulasi mereka, dan melatih mereka untuk melayani kebutuhan seksual Epstein. Pada 2022, Maxwell akhirnya divonis 20 tahun penjara atas keterlibatannya.
4. "Sweetheart Deal" Tahun 2008 yang Kontroversial
Ini adalah salah satu poin paling memalukan dalam sejarah hukum AS. Pada 2008, Epstein sempat ditangkap, namun ia mendapatkan kesepakatan hukum (plea deal) yang sangat ringan.
Alih-alih penjara seumur hidup, ia hanya dihukum 13 bulan. Melalui kesepakatan itu, Epstein dihukum hanya atas dua tuduhan karena meminta prostitusi. Jaksa yang menangani kasus ini dikritik keras karena dianggap "melindungi" Epstein.
5. Kematian di Sel Penjara yang Memicu Teori Konspirasi
Pada 10 Agustus 2019, tak lama setelah ditangkap kembali atas tuduhan baru, Epstein ditemukan tewas di selnya di New York. Kematiannya terjadi sebelum ia sempat menghadapi proses persidangan atas dakwaan federal yang menjeratnya.
Berita Terkait
-
Begini Cara Mengakses Dokumen Epstein Resmi, Lengkap 3 Juta Halaman
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Dokumen Epstein Tentang Apa? Ini Alasannya Dibuka ke Publik
-
Hubungan Putri Kerajaan Norwegia dengan Epstein, Sebut 'Predator Seks' Sosok Menawan
-
Apa itu Epstein Files? Jutaan Dokumen Rahasia yang Seret Nama Elit Global
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'