- Presiden Prabowo siap menarik Indonesia dari Board of Peace jika tidak sejalan tujuan utama perdamaian Palestina.
- MUI menyampaikan skeptis terhadap Dewan Perdamaian karena Israel belum mengakui negara Palestina dan masih menyerang Gaza.
- Prabowo menyatakan opsi abstain hingga siap keluar dari BoP jika tidak mampu membawa perubahan substantif.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto siap memutuskan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) bila Dewan Perdamaian tersebut tidak sejalan dengan tujuan Indonesia bergabung, yakni perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis usai pertemuan dengan Prabowo bersama organidasi masyarakat (ormas) Islam, tokoh Islam dan ulama di Istana. Salah satu pembahasannya, yakni mengenai penjelasan soal keputusan gabung Dewan Perdamaian.
Cholil mengatakan, dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan langsung kepada Prabowo mengenai rasa skeptisnya terhadap keberadaan Dewan Perdamaian. Ada empat poin yang menjadi keraguan Cholil sebagai perwakilan MUI.
"Kami skeptis, karena apa? Karena sampai sekarang Netanyahu tidak mengakui negara Palestina," kata Cholil usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/206).
Kemudian, MUI juga menyoroti masih adanya serangan dari Israel terhadap Gaza.
"Ketiga kita ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan terhadap perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka," kata Cholil.
Terakhir, MUI menegaskan jangan sampai ada perdamaian semu di Palestina.
"Keempat kita tidak hanya ingin damai semu sementara mereka terjajah. Kita ingin damai dan merdeka," kata Cholil.
Menanggapi keraguan dari MUI, Prabowo memberikan pernyataan mengenai opsi keluar dari Dewan Perdamaian yang akan diambil Indonesia bila memang tidak sejalan.
Baca Juga: Jaringan GUSDURian Tegas Tolak Board of Peace Gagasan Donald Trump, Desak RI Segera Mundur
"Beliau memberi respons kami masuk di BoP itu bisa tidak ikut ketika itu tidak sesuai dengan pendapat kita. Kedua kalau menang tidak bisa melakukan perubahan, beliau siap keluar dari BoP. Itu yang saya tangkap begitu," ujar Cholil.
Cholil memastikan bahwa pernyataan mengenai opsi kedua dari BoP itu secara lugas disampaikan oleh Prabowo.
"Iya, beliau merespons yang saya sampaikan, saya bilang jangan sampai kita melegitimasi terhadap penjajahan itu dan kita hanyalah jadi pelengkap. Kata Pak Presiden ketika itu kebijakan kemudian langkah yang tidak sesuai kami akan abstain dan absen, kemudian ketika memang itu tidak cocok dan tidak bisa melakukan apa-apa, beliau siap keluar dari BoP itu," beber Cholil.
Respons Menlu Sugiono
Terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pernyataan Prabowo, sebagaimana yang disampaikan Cholil. Dia menegaskan apa yang diinginkan Indonesia lewat bergabung di Dewan Perdamaian, yakni situasi damai dan kemerdekaan di Palestina.
"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya Kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Saya kira itu trajectory yang kita ingin capai, yang kita lihat, saya kira koridor-koridornya ada di situ," tutur Sugiono.
Tag
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono dan MUI Nobar Mens Rea: Dialog Menyenangkan, Penuh Tawa
-
Mens Rea bikin Gaduh, Pandji Pragiwaksono Dapat Nasihat dari MUI
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!