- Presiden Prabowo menerima eks menteri dan wakil menteri luar negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
- Pertemuan tersebut bertujuan mendiskusikan situasi geopolitik serta arah politik luar negeri Indonesia termasuk Palestina.
- Pejabat terkait seperti Menlu Sugiono dan Wamenlu Arrmanatha turut hadir dalam diskusi penting tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan dari sejumlah eks menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, hari ini.
Melalui pertemuan dengan para eks menlu dan wamenlu, Prabowo turut memanggil Menteri Luar Negeri Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha.
"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu wakil Menlu juga mantan Menlu wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi," kata Arrmanatha sebelum pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026)
Ia mengatakan pertemuan yang akan berlangsung tersebut membahas mengenai situasi geopolitik.
"Situasi geopolitik dan lain sebagainya," kata Arrmanatha.
Menteri Luar Negeri periode 2009-2014, Marty Natalegawa terpantau hadir. Ia tiba di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dengam mobil klasik Mercedes Benz.
Marty menegaskan kehadirannya di Istana untuk memenuhi undangan.
"Saya hanya memenuhi undangan," kata Marty.
Sementara itu ditanya mengenai gabungnya Indonesia di Board of Peace (BoP), Marty menyampaikan memiliki pandangan pribadi tetapi ia ingin mendengarkan penjelasan dari pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Teken Keppres Cuti Bersama 2026, Total Ada 8 Hari
"Saya ada pandangan sendiri tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti," kata Marty.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri periode 2014-2024, Retno Marsudi tidak banyak bicara mengenai kehadirannya di Istana.
"Nanti saja ya, thank you," ujar Retno.
Terpisah, mantan Wamenlu, Dino Patti Djalal menegaskan kehadirannya di Istana untuk memenuhi undangan. Melalui undangan yang diterima dijelaskan sejumlah agenda yang akan dibahas dalam pertemuan, mulai dari politik luar negeri, arah politik luar negeri Indonesia, termasuk soal Palestina.
"Itu saja yang saya tahu," kata Dino.
Sementara ditanya catatan mengenai BoP, Dino tidak membeberkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas