News / Nasional
Kamis, 12 Februari 2026 | 19:26 WIB
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem di Graha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat pada, Kamis (12/2/2026). (Suara.com/Tsabita)
Baca 10 detik
  • Direktur YKKMP, Theo Hesegem, mengadvokasi empat dugaan pelanggaran HAM berat Papua 2025 ke lembaga negara di Jakarta.
  • Kasus utama adalah dugaan pembunuhan anak 7 tahun oleh aparat di Nduga beserta penghilangan jenazah.
  • Pelaporan mencakup insiden Juni, September, dan Oktober 2025, menyoroti kebuntuan komunikasi hukum di tingkat lokal.

Theo juga menyoroti krisis kemanusiaan yang lebih luas, di mana korban berjatuhan dari semua sisi, baik warga asli Papua, warga pendatang, guru, pengusaha, hingga anggota TNI, Polri, dan TPNPB.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia perlu segera memutus rantai kekerasan bersenjata yang terus berulang.

"Kalau bicara manusia ini kan Tuhan menciptakan manusia itu kita bentuknya sama saja. TNI, Polri, kan sama saja. Dan ini adalah kekerasan rantai kekerasan yang harus kita putuskan," tuturnya.

Pihak Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua bersama koalisi masyarakat sipil telah melaporkan temuan ini ke Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, dan LPSK.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More