Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), Theo Hesegem di Graha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat pada, Kamis (12/2/2026). (Suara.com/Tsabita)
Baca 10 detik
- Direktur YKKMP, Theo Hesegem, mengadvokasi empat dugaan pelanggaran HAM berat Papua 2025 ke lembaga negara di Jakarta.
- Kasus utama adalah dugaan pembunuhan anak 7 tahun oleh aparat di Nduga beserta penghilangan jenazah.
- Pelaporan mencakup insiden Juni, September, dan Oktober 2025, menyoroti kebuntuan komunikasi hukum di tingkat lokal.
Theo juga menyoroti krisis kemanusiaan yang lebih luas, di mana korban berjatuhan dari semua sisi, baik warga asli Papua, warga pendatang, guru, pengusaha, hingga anggota TNI, Polri, dan TPNPB.
Ia mengatakan pemerintah Indonesia perlu segera memutus rantai kekerasan bersenjata yang terus berulang.
"Kalau bicara manusia ini kan Tuhan menciptakan manusia itu kita bentuknya sama saja. TNI, Polri, kan sama saja. Dan ini adalah kekerasan rantai kekerasan yang harus kita putuskan," tuturnya.
Pihak Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua bersama koalisi masyarakat sipil telah melaporkan temuan ini ke Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, dan LPSK.
Reporter: Tsabita Aulia
Komentar
Berita Terkait
-
Di Balik Layar 'Maira': Tantangan Ekstrem Tim Pembuat Film dan Kisah Para Bintang Cilik
-
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
-
Bukan Incar Kursi Cawapres, Bahlil Putuskan Maju Caleg 2029 dari Tanah Papua
-
Raja Ampat Buktikan Konservasi Laut Bisa Sejahterakan Masyarakat Pesisir: Bagaimana Caranya?
-
Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya
-
Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka
-
Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!