- Masjid Istiqlal dipadati jemaah pada hari kedua Ramadan untuk berbuka puasa bersama, meskipun cuaca Jakarta mendung.
- Relawan biru memastikan kelancaran distribusi makanan, membantu jemaah, dan menjaga kebersihan area masjid secara sigap.
- Jemaah, seperti Ami dan Junaidatul, merasa terbantu dan merasakan suasana kebersamaan yang berbeda saat berbuka di Istiqlal.
Suara.com - Hari kedua Ramadan di Masjid Istiqlal kembali dipadati jemaah yang menanti waktu berbuka puasa. Sejak sore, suasana di masjid terbesar di Asia Tenggara itu tampak semakin hidup.
Langit Jakarta yang mendung tak menyurutkan langkah warga dari berbagai penjuru ibu kota untuk datang dan berbuka bersama.
Di hamparan pelataran yang luas, relawan berompi biru dengan logo sponsor terlihat menyebar ke sejumlah titik.
Mereka tak sekadar membagikan konsumsi, tetapi juga mengarahkan jemaah ke lokasi duduk, membantu lansia, hingga memastikan kebersihan area tetap terjaga setelah makanan didistribusikan.
Sementara itu, selasar dan area dalam masjid mulai dipenuhi jemaah. Sebagian berbincang ringan sembari menunggu azan Magrib, sebagian lainnya larut dalam bacaan Al-Qur’an.
Anak-anak berlarian kecil di pelataran dalam pengawasan orang tua, menghadirkan suasana hangat yang sarat kebersamaan.
Menjelang pukul enam sore, paket buka puasa telah dibagikan merata kepada para jemaah yang memenuhi selasar dan pelataran.
Kotak-kotak makanan tersusun rapi di hadapan mereka, sebagian sudah dibuka, sebagian lagi masih tertutup menanti waktu berbuka.
Sambil menunggu, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari pengeras suara masjid, mengalun lembut menyelimuti area yang sebelumnya riuh percakapan. Suasana perlahan menjadi lebih khusyuk.
Tak lama kemudian, suara adzan maghrib berkumandang, menandakan tibanya waktu berbuka puasa. Serentak, ribuan jemaah membatalkan puasa dengan tegukan air dan kurma di tangan.
Baca Juga: Di Balik Ramainya Istiqlal: Kisah Petugas yang Berpuasa Sambil Bertugas 12 Jam
Salah satu jemaah, Ami, yang bekerja di Atrium Senen dan tinggal di Ciganjur, mengaku rutin berbuka puasa di Istiqlal karena jaraknya lebih dekat dari tempat kerjanya.
“Kalau kali ini lebih rame lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Terus jarak dari kantor ke sini deket, jadi sekalian Taraweh sama buka puasa di sini. Lebih cepet gitu. Kalau di rumah nggak keburu, kadang ya ngepas banget sih, jadi ya cepet di sini dah dari dulu,” ujarnya, saat ditemua di selasar Masjid Istiqlal pada Jumat (20/2/2026).
Ami mengatakan, dari kantor ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba di Istiqlal.
“Kalau dari kantor cuma setengah jam kurang, cuma 20 menitan lah dari kantor,” katanya.
Ia biasa berangkat sekitar pukul setengah lima sore dan tiba menjelang pukul lima. Menurutnya juga, suasana buka puasa bersama di Istiqlal memiliki nuansa berbeda dibandingkan berbuka di tempat lain.
“Kayaknya berkah gitu. Banyak temen, banyak kenalan, jadi beda gitu sama apa sih, pokoknya bedalah suasananya gitu. Hikmat bener, barokah banget,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Di Balik Ramainya Istiqlal: Kisah Petugas yang Berpuasa Sambil Bertugas 12 Jam
-
War Takjil, Harmoni dan Kala Ramadan Menjadi Ruang Kebersamaan Lintas Agama
-
Buka Puasa Surabaya Jam Berapa Hari Ini? Simak Jadwal Resmi dari Kemenag
-
Cara Membuat Sambal Kacang Gorengan yang Gurih dan Kental, Cocok untuk Buka Puasa
-
Cek Jadwal Buka Puasa Area Jogja Hari Ini Jumat 20 Februari 2026, Kurang Berapa Jam Lagi?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
Terkini
-
Terima Aduan Warga via DM, Legislator Gerindra Soroti Tramadol Bebas Dijual di Pinggir Jalan
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
-
Rudal Israel Hancurkan Sinagoga di Teheran, Pemerintah Netanyahu: Itu Gak Sengaja
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Penumpang LRT Jabodebek Melonjak 2 Kali Lipat Saat Libur Paskah 2026, Tembus 270 Ribu Orang
-
Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas
-
Ratusan Mahasiswa BEM SI BSJB Geruduk Komnas HAM, Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
Anggota DPR Sebut Langkah Kejagung Kasasi Putusan Bebas Delpedro Marhaen Melanggar KUHAP Baru
-
Eks Ketua TGPF Tegaskan Fakta Perkosaan Mei 98 Tak Bisa Disangkal
-
Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab