- Satpol PP Jakarta Barat menyita 2.105 botol minuman keras ilegal dari berbagai lokasi saat operasi serentak di delapan kecamatan.
- Penertiban ini bertujuan mengantisipasi gangguan ketertiban umum menjelang Ramadan dan meminimalisir potensi kriminalitas remaja.
- Pelanggar akan diproses hukum melalui BAP dan sidang yustisi rutin, sementara barang bukti akan dimusnahkan di Monas.
“Ini akan kita rutinkan, mungkin seminggu dua kali atau dua minggu sekali, kita lihat perkembangan situasi dan kondisi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Jakarta Barat, Edison Butar Butar, menegaskan bahwa dasar hukum dari seluruh rangkaian razia ini adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Perda tersebut menjadi landasan kuat bagi petugas untuk menindak segala bentuk usaha yang tidak memiliki dokumen resmi dan mengganggu kenyamanan publik.
Sasaran operasi kali ini cukup spesifik, yakni toko-toko kecil yang nekat menjual miras tanpa izin di lokasi-lokasi sensitif. Beberapa di antaranya ditemukan beroperasi di dekat area sekolah dan rumah ibadah.
Selain itu, petugas juga menindaklanjuti laporan dari warga yang merasa terganggu dengan aktivitas penjualan miras di lingkungan mereka.
Salah satu keberhasilan signifikan dalam operasi ini adalah penggeledahan sebuah gudang tak berizin yang berlokasi di kawasan Meruya, Kembangan.
“Kita melakukan penertiban terhadap peredaran miras yang tidak jelas dokumen atau izin-izinnya. Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadan, kita berusaha menekan peredarannya,” ujar Edison.
Dalam menjalankan operasi kolosal ini, Satpol PP tidak bekerja sendirian. Sebanyak 140 personel gabungan dikerahkan ke lapangan dengan dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri.
Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan proses penyitaan berjalan aman dan kondusif tanpa adanya perlawanan dari pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Satpol PP Duren Sawit 'Bersihkan' Trotoar dari 11 PKL dan 5 Motor Parkir Liar
“Malam ini kita lakukan penertiban secara kolosal di delapan kecamatan. Sampai menit ini, sudah ada 2.105 botol yang berhasil diamankan,” katanya.
Edison juga menekankan bahwa operasi cipta kondisi ini sangat penting untuk mencegah perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Keberadaan miras yang mudah diakses oleh anak di bawah umur atau kelompok ABG (Anak Baru Gede) seringkali menjadi pemicu utama keributan di jalanan maupun di pemukiman warga.
“Banyak usaha kecil yang tidak punya izin. Ini bisa menimbulkan gangguan trantibum, seperti mabuk-mabukan, ABG bikin keributan di jalan maupun lingkungan,” jelasnya.
Terkait nasib ribuan botol miras yang telah disita, pihak Satpol PP Jakarta Barat memastikan bahwa seluruh barang bukti tersebut akan dimusnahkan.
Berdasarkan kesepakatan antara pimpinan daerah bersama unsur Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI, pemusnahan akan dilakukan secara terbuka di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
“Pemusnahan akan dilakukan di Monas, waktunya nanti ditentukan, kemungkinan bulan Mei,” tandas Edison.
Berita Terkait
-
Satpol PP Duren Sawit 'Bersihkan' Trotoar dari 11 PKL dan 5 Motor Parkir Liar
-
Penertiban Trotoar Dimulai, Satpol PP DKI Sisir Belasan Lokasi Langganan Semrawut
-
Satpol PP DKI Sita Ratusan Botol Miras Ilegal Jelang Ramadan, Sasar Pedagang Tak Berizin
-
Operasi Pekat Pulogadung, Satpol PP Sita 25 Botol Miras dan Amankan PPKS
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Hati-hati Terjebak Macet! Puncak Arus Balik Libur Maulid Nabi di Jakarta Terjadi Hari Ini
-
Crazy Rich Cilegon Bagi-bagi Durian ke Ratusan Anak Yatim di Momen HUT PAN ke-28
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight
-
Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng
-
Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500
-
10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink
-
Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?
-
Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA