News / Nasional
Minggu, 22 Februari 2026 | 17:15 WIB
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)
Baca 10 detik
  • Kemenkes RI menerima notifikasi Australia tentang satu kasus campak pada WNA berulang Bandung yang terbang Jakarta-Perth pada Februari 2026.
  • Pemerintah RI berkoordinasi dengan WHO dan Australia, sambil melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melacak potensi penularan lokal di Jawa Barat.
  • Kemenkes mengimbau masyarakat segera melengkapi imunisasi MMR sebagai perlindungan efektif dari penyakit campak yang sangat menular.

Berdasarkan pemantauan terbaru, belum ditemukan adanya laporan kasus tambahan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pasien asal Australia tersebut.

Kendati demikian, sistem surveilans tetap diperketat guna mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kasus suspek tambahan di masyarakat.

"Perlu ditegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus," katanya.

Data menunjukkan bahwa meskipun angka kasus terkonfirmasi cukup signifikan pada tahun sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.

Pemantauan terus dilakukan secara aktif melalui sistem surveilans yang terintegrasi dari tingkat puskesmas hingga pusat untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Sebagai langkah preventif, Kemenkes memberikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan internasional.

Masyarakat diminta untuk memastikan kembali status imunisasi campak mereka sudah lengkap sesuai jadwal yang dianjurkan oleh pemerintah.

Imunisasi lengkap, termasuk vaksin MMR, tetap menjadi perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan memutus rantai penularan penyakit yang sangat infeksius ini.

"Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan," dia mengingatkan.

Baca Juga: ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

Load More