- Donald Trump menyatakan rencana strategis transisi kekuasaan Iran pada 1 Maret 2026 pasca operasi militer AS-Israel.
- Operasi militer gabungan AS dan Israel berhasil melumpuhkan struktur kekuasaan tertinggi, menewaskan Ayatollah Khamenei.
- Trump mendesak rakyat Iran mengambil alih negara dan mengancam personel keamanan yang menolak menyerah tanpa syarat.
Suara.com - Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mulai melakukan intervensi terhadap masa depan politik Iran.
Langkah ini diambil menyusul serangan militer besar-besaran yang dilancarkan oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang telah melumpuhkan struktur kekuasaan tertinggi di Teheran.
Pada hari Minggu (1/3/2026), Donald Trump menyatakan bahwa dirinya telah menyusun rencana strategis untuk masa transisi kekuasaan di Iran.
Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan publik internasional, Trump mengaku sudah memiliki daftar figur potensial yang dianggap layak untuk menduduki kursi kepemimpinan di negara tersebut.
Hal itu terjadi setelah operasi militer AS berhasil menggulingkan dominasi ulama yang selama puluhan tahun menguasai Iran.
Kepada The New York Times, Trump mengungkapkan bahwa ia memiliki "tiga pilihan yang sangat bagus" untuk memimpin Iran di masa depan.
Meskipun klaim ini memicu spekulasi luas di kalangan diplomat global, Trump memilih untuk tetap merahasiakan identitas ketiga sosok tersebut dari publik untuk saat ini.
"Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang," katanya dikutip AFP, Senin (2/3/2026).
Sikap Trump yang masih menyimpan rapat nama-nama calon pemimpin Iran tersebut berkaitan dengan fokus militer AS yang masih berlangsung di lapangan.
Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
Trump menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan stabilitas keamanan dan penyelesaian operasi militer secara menyeluruh sebelum mengumumkan langkah politik lebih lanjut.
"Mari kita selesaikan pekerjaan ini dulu," katanya.
Kondisi di Teheran sendiri saat ini dilaporkan sedang berada dalam ketidakpastian total. Serangan udara gabungan AS-Israel sebelumnya telah dikonfirmasi menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
Tidak hanya Khamenei, sejumlah petinggi militer dan tokoh politik penting lainnya juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, termasuk mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Kehilangan figur-figur sentral ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat besar di Republik Islam tersebut.
Melihat situasi yang sedang goyah, Donald Trump memanfaatkan momentum ini untuk berkomunikasi langsung dengan rakyat Iran.
Berita Terkait
-
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
-
Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026
-
Personel Militer AS Tewas, Publik Amerika Tak Dukung Aksi Donald Trump
-
Apa yang Perlu Disiapkan Jika Perang Dunia III Terjadi? Ini Daftarnya
-
5 Dampak Penutupan Selat Hormuz Imbas Perang di Iran, Bisa Picu Inflasi Global?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan
-
5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar