- Donald Trump menyatakan rencana strategis transisi kekuasaan Iran pada 1 Maret 2026 pasca operasi militer AS-Israel.
- Operasi militer gabungan AS dan Israel berhasil melumpuhkan struktur kekuasaan tertinggi, menewaskan Ayatollah Khamenei.
- Trump mendesak rakyat Iran mengambil alih negara dan mengancam personel keamanan yang menolak menyerah tanpa syarat.
Melalui sebuah pidato video yang disiarkan secara luas, Trump mendesak warga Iran untuk segera bangkit dan mengambil alih kendali negara mereka dari sisa-sisa rezim yang ada.
"Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini untuk berani, gagah, heroik, dan merebut kembali negara Anda. Amerika bersama Anda," kata Trump dalam pidato video tersebut.
Seruan Trump ini dinilai sebagai upaya untuk memicu revolusi internal guna mempercepat runtuhnya sistem pemerintahan lama.
Di saat yang sama, militer Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan psikologis dan fisik terhadap kekuatan pertahanan Iran yang masih tersisa.
Markas besar Garda Revolusi (IRGC), yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan militer dan politik Iran, dilaporkan telah hancur total akibat gempuran militer AS.
Seiring dengan hancurnya pusat komando tersebut, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh personel keamanan Iran yang masih aktif.
Ia memberikan pilihan tegas antara menyerah secara damai atau menghadapi konsekuensi fatal di medan tempur.
"Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata Anda dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti," katanya.
Pernyataan ini merupakan bagian dari strategi maximum pressure yang diterapkan Trump untuk meminimalisir perlawanan bersenjata di sisa-sisa wilayah Iran.
Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
Trump menekankan bahwa tidak akan ada ruang negosiasi bagi mereka yang tetap memilih untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan koalisi.
"Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan," kata Trump masih dalam video yang sama.
Situasi geopolitik ini kini menjadi perhatian utama masyarakat dunia, termasuk di kota-kota besar Indonesia, mengingat dampak ekonomi dan keamanan global yang bisa ditimbulkan.
Dengan tewasnya tokoh-tokoh kunci seperti Khamenei dan Ahmadinejad, serta hancurnya markas elit Garda Revolusi, peta kekuatan di Timur Tengah dipastikan akan berubah secara permanen di bawah bayang-bayang intervensi politik Donald Trump.
Berita Terkait
-
Eskalasi Timur Tengah Memanas, Inggris Bersiap Evakuasi 94.000 Warganya
-
Orang Dalam FIFA Blak-blakan Nasib Iran di Piala Dunia 2026
-
Personel Militer AS Tewas, Publik Amerika Tak Dukung Aksi Donald Trump
-
Apa yang Perlu Disiapkan Jika Perang Dunia III Terjadi? Ini Daftarnya
-
5 Dampak Penutupan Selat Hormuz Imbas Perang di Iran, Bisa Picu Inflasi Global?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
6 Sepatu Converse Warna Putih yang Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!