- Polda NTB menetapkan MTF, pimpinan pondok pesantren di Praya Timur, sebagai tersangka pelecehan seksual santriwatinya.
- Tersangka diduga mengeksploitasi otoritasnya secara berulang antara Mei hingga Agustus 2025 di kamar khalwat.
- Penyidik menahan MTF sejak 2 Maret dan menjeratnya dengan pasal berlapis, termasuk UU TPKS, guna perlindungan korban.
Penahanan terhadap MTF mulai dilakukan sejak Senin, 2 Maret, di Rumah Tahanan (Rutan) Polda NTB. Langkah ini diambil untuk mempermudah proses penyidikan serta mencegah tersangka menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.
Selain itu, penahanan ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi para korban dan saksi yang terlibat dalam kasus ini.
Dalam penggeledahan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang memperkuat sangkaan terhadap MTF.
Barang bukti tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi hingga bukti fisik di lokasi kejadian.
Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain dokumen administrasi pondok pesantren yang menunjukkan posisi tersangka, pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, hingga temuan yang cukup mengejutkan berupa potongan bungkus kondom di lokasi.
Selain itu, penyidik juga menyita kunci kamar serta barang-barang lain yang berkaitan erat dengan dugaan tindak pidana tersebut.
Atas perbuatan bejatnya, MTF kini terancam hukuman berat. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis untuk memastikan keadilan bagi para korban.
MTF ditetapkan sebagai tersangka dengan dikenakan Pasal 473 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP atau Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Penerapan UU TPKS dalam kasus ini menjadi sangat penting mengingat adanya unsur penyalahgunaan wewenang dan posisi atasan terhadap bawahan atau pendidik terhadap anak didik.
Baca Juga: Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
Hal ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan keras bagi pengelola lembaga pendidikan lainnya agar selalu menjaga integritas dan keamanan para peserta didik dari segala bentuk kekerasan seksual.
Kepolisian juga terus melakukan pendalaman untuk memastikan apakah masih ada korban lain yang belum berani melapor.
Pendampingan psikologis terhadap dua santriwati yang menjadi korban juga terus diupayakan guna memulihkan trauma akibat perbuatan tersangka MTF di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat mereka menimba ilmu agama dengan aman.
Berita Terkait
-
Didukung KONI, Erick Thohir Didesak Beri Sanksi Tegas Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
-
Kontroversi Penulis Manga Joujin Kamen: Shogakukan Hentikan Distribusi
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Korban Pelecehan, Hubungi Email atau Nomor Telepon Ini
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan