- Dua dari empat kapal tanker Pertamina berada di Selat Hormuz; pemantauan intensif dilakukan demi keselamatan aset dan personel.
- Pertamina telah menyiapkan skema distribusi energi reguler, alternatif, hingga darurat karena 19% impor minyak mentah dari Timur Tengah.
- Stok energi nasional, termasuk untuk Ramadhan dan Idul Fitri, dipastikan aman meski terdapat dinamika geopolitik di jalur pelayaran tersebut.
Baron menyebutkan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah ke Indonesia.
Angka ini menunjukkan bahwa gangguan pada jalur Selat Hormuz dapat memberikan dampak langsung pada ketersediaan bahan baku pengolahan BBM di dalam negeri jika tidak diantisipasi dengan strategi yang matang.
Strategi Ketahanan Energi: Skema Reguler hingga Darurat
Menghadapi situasi yang fluktuatif di jalur internasional, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah kontinjensi. Strategi ini dirancang agar distribusi energi tidak terputus meskipun terjadi hambatan di jalur utama.
Perusahaan mengandalkan fleksibilitas operasional untuk mengalihkan rute atau mencari sumber pasokan alternatif jika kondisi keamanan di Selat Hormuz memburuk.
Menurut dia, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat guna menjaga ketahanan energi nasional. Implementasi dari skema ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kepatuhan dan transparansi perusahaan.
"Saat ini untuk penyediaan energi kami melakukan beberapa strategi yang tentunya sedang berproses, baik melalui pola yang ada, dilakukan, dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita kedepankan,” tuturnya.
Dampak pada Harga BBM Nonsubsidi dan Stok Nasional
Dinamika di Selat Hormuz seringkali memicu lonjakan harga minyak mentah global (Brent dan WTI). Pertamina menyatakan masih melakukan kalkulasi mendalam terkait pergerakan harga pasar internasional sebelum mengambil kebijakan harga.
Baca Juga: Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika
“Untuk tarif BBM ke depan, ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Di sisi lain, Pertamina memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok energi di dalam negeri masih dalam level aman. Terutama menjelang periode krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, di mana konsumsi BBM biasanya mengalami peningkatan tajam. Perusahaan telah melakukan penumpukan stok (stockpiling) jauh sebelum ketegangan di Selat Hormuz meningkat.
Baron menegaskan stok energi untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri telah disiapkan sebelumnya, dan mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan bijak menggunakan energi.
"Kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyalurkan energi ke seluruh masyarakat," ujarnya.
Signifikansi Geopolitik Selat Hormuz bagi Indonesia
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia. Jalur sempit ini menjadi urat nadi bagi banyak negara eksportir minyak besar seperti Arab Saudi, Iran, UEA, dan Kuwait.
Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah untuk diolah di kilang domestik, termasuk dari kawasan Timur Tengah.
Karena itu, dinamika keamanan di wilayah tersebut akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian dalam pengelolaan pasokan energi nasional.
Ketegangan di wilayah ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan armada kapal, tetapi juga pada stabilitas ekonomi makro melalui fluktuasi harga energi dunia.
Berita Terkait
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab
-
Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika
-
Rute Mudik Gratis Pertamina 2026 ke Mana Saja? Ini Link Daftar Lengkapnya
-
Vonis Korupsi Minyak Pertamina Dinilai Terlalu Ringan, Kejaksaan Agung akan Ajukan Banding
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur