- Megawati Soekarnoputri berduka atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan Israel dan AS pada 28 Februari 2026.
- Megawati mengirim surat resmi melalui Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, kepada Dubes Iran di Jakarta pada 3 Maret 2025.
- Surat tersebut menegaskan kesamaan visi perjuangan Khamenei dengan pemikiran Bung Karno, khususnya anti-imperialisme.
Hari ini, saya terkenang akan kunjungan resmi saya ke Teheran di tahun 2004, dalam kapasitas selaku Presiden Republik Indonesia. Kunjungan itu adalah untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua negara. Kala itu saya berkesempatan untuk bertemu dengan Ayatullah Ali Khamenei. Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri beliau.
Saya teringat sempat mengundang langsung beliau untuk datang ke Indonesia guna menghadiri Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta pada Februari 2004 serta peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-50 tahun 2005, meski beliau tidak sempat ke Indonesia hingga akhir hayatnya. Dalam berbagai kesempatan, saya juga merasakan sendiri keramahan, penghormatan, dan kedekatan para pemimpin Iran, yang selalu menyebut Indonesia sebagai sahabat lama di garis perjuangan anti-kolonialisme, imperialisme dan Gerakan Non-Blok. Kenangan atas pertemuan-pertemuan tersebut kini semakin sarat makna ketika kami harus merelakan kepergian Ayatullah Ali Khamenei.
Pada kesempatan ini, saya perlu menegaskan kembali bahwa bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian kawasan maupun dunia. Kami meyakini prinsip yang kami pegang sejak era Bung Karno hingga hari ini, yakni bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalan dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata.
Kepada keluarga besar Almarhum Ayatullah Ali Khamenei, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa agar Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan tempat beliau di sisi-Nya, menerima segala amal perjuangannya, serta mengampuni segala kekhilafannya. Semoga rakyat Iran dikaruniai kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit ini, serta mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat dan kedaulatan negerinya di tengah badai sejarah yang tengah bergelora.
Dalam duka yang mendalam ini, kiranya kita dapat terus merawat warisan terbaik dari para pendahulu kita, baik Bung Karno di Indonesia maupun para pemimpin revolusi di Iran. Yakni tekad untuk membangun dunia yang damai, bebas dari imperialisme dan hegemoni, serta berpihak kepada mereka yang tertindas. Semoga persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Iran tetap terpelihara dan bahkan semakin dipererat di masa yang akan datang.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing langkah kita.
Dengan penuh rasa hormat,
Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
Tag
Berita Terkait
-
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
-
Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
Dino Patti Djalal Pertanyakan Sikap Pemerintah RI Atas Gugurnya Ali Khamenei
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan
-
DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026