- Presiden Prabowo menunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi pada Jumat (6/3/2026).
- Satgas ini bertugas mengakselerasi implementasi energi bersih, termasuk PLTS skala 100 GW, serta mengurangi subsidi energi.
- Bahlil juga mengemban tugas mengkonversi 120 juta motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik dalam 3-4 tahun.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mengemban tanggung jawab baru sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi.
Penunjukan Bahlil ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pergeseran ketergantungan energi fosil menuju energi bersih di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026), mengatakan pemerintah terus berupaya menyediakan akses energi yang menyeluruh bagi masyarakat.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pelosok negeri melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus kepada Bahlil untuk mengakselerasi implementasi energi bersih dan terbarukan.
Salah satu poin krusial dalam arahan tersebut adalah penyediaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang diprioritaskan untuk fasilitas publik seperti sekolah dan desa-desa di berbagai daerah.
"Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden, yang pembahasannya pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya, termasuk kaitannya dengan (program) 100 gigawatt (GW) untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi ini menjadi instrumen utama pemerintah untuk memastikan target-target ambisius di sektor energi dapat terealisasi tepat waktu.
Bahlil menegaskan bahwa keberadaan satgas ini memiliki korelasi langsung dengan upaya efisiensi anggaran negara, terutama dalam hal pengelolaan subsidi energi yang selama ini menjadi beban cukup besar bagi APBN.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Genjot Konversi Motor Listrik
Menurut Bahlil, pembentukan satgas ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melaksanakan transisi energi sekaligus untuk mengurangi subsidi.
Pemerintah melihat adanya potensi penghematan besar jika ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik dapat ditekan secara signifikan melalui konversi teknologi.
"Sudah tentu orientasinya ini adalah transisi energi bisa kita lakukan lebih cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengonversi dari PLTD atau diesel ke PLTS, maka itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," kata Bahlil sebagaimana dilansir Antara.
Selain fokus pada skala makro, Kementerian ESDM juga tengah mendorong pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil.
Upaya ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi serta memperluas akses pelayanan energi hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.
Peran baru Bahlil dalam satgas ini juga mencakup tanggung jawab besar di sektor transportasi.
Berita Terkait
-
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Genjot Konversi Motor Listrik
-
Stok BBM RI Tersedia Hanya 20 Hari Kedepan Imbas Konflik Timteng, Bahlil: Aman Sampai Lebaran!
-
Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
Jalur Minyak Dunia Terancam! Begini Upaya RI Bebaskan 2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum