- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi perajin dodol di Setu Babakan pada Jumat, 6 Maret 2026.
- Perajin bernama Juani meminta bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk membeli mesin pengolah santan dan penggiling.
- Pramono menyanggupi bantuan tersebut sambil menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong tradisional dalam produksi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambangi kawasan Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3/2026).
Dalam lawatan tersebut, orang nomor satu di Jakarta ini bersua dengan seorang perajin dodol Betawi bernama Juani.
Di tengah proses pengadukan dodol, pedagang kuliner tradisional itu mencurahkan pelik usahanya kepada sang gubernur demi mencapai sebuah kemajuan.
"Ini pak, saya ngaduk udah lama, jadi cuma begini-begini aja. Saya pengen tuh ada kemajuan gitu, ya. Saya harus punya mesin buat santen, mesin buat giling, gitu. Tapi saya mau beli nggak punya duit, pak," kisah perempuan 65 tahun itu.
Mendengar keluh kesah warganya, Pramono lantas merespons dengan sebuah pertanyaan yang sangat lugas.
"Berapa harga mesinnya?," tanya orang nomor satu di Jakarta itu.
Pedagang tersebut lekas membeberkan nominal dana yang ia butuhkan untuk memodernisasi dapur usahanya.
"Itu sekitar dua puluh (juta Rupiah), pak. Dua macam gitu. Mudah-mudahan bapak bisa bantu ya," harap Juani, yang disambut tawa Pramono.
Tanpa membuang waktu, Pramono serta-merta menyanggupi permintaan tolong dari sang perajin dodol tersebut.
Baca Juga: Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
Kendati menyokong pengadaan peranti produksi yang lebih modern, sang politisi senior tetap menitipkan pesan penting mengenai pelestarian kearifan lokal.
"Harapannya adalah dilakukan modernisasi, tapi tidak menghilangkan tradisional yang ada di tempat ini," kata Pramono mewanti-wanti.
Sang gubernur juga mengingatkan agar proses pembuatan dodol yang sarat akan nilai kebersamaan tidak boleh luntur tergerus oleh kemajuan zaman.
"Sekali lagi, jangan kemudian yang lama ini dihilangkan. Karena inilah kekhasannya, keunggulannya, kelebihannya dodol, yang kita sebut dengan gotong royong ini," tegas Pramono.
Pada akhirnya, Pramono Anung sebagai kepala daerah tetap menegaskan iktikadnya untuk mengerek kualitas penganan khas Jakarta agar lebih berdaya saing.
"Sekali lagi, saya sebagai Gubernur Jakarta, saya merasa bahwa inilah kuliner tradisional yang harusnya kami perbaiki," pungkas politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Berita Terkait
-
Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
-
Jalan Berlumpur Setu Babakan Bikin Wisata Anjlok, Pemprov DKI Akhirnya Turun Tangan!
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan