- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pertama, diikuti penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran.
- Israel mengancam akan memburu pemimpin baru Iran, sementara AS menargetkan perubahan rezim sebagai tujuan utama operasi.
- Operasi militer ini didukung jaringan pangkalan AS di Teluk, dengan motif ekonomi penguasaan cadangan minyak dunia.
Amerika Serikat juga memiliki akses ke fasilitas di Oman, termasuk pangkalan udara Thumrait dan Masirah, serta pelabuhan Duqm dan Salalah untuk mendukung pergerakan logistik.
Terakhir, di Arab Saudi, Pangkalan Udara Prince Sultan menjadi pusat pertahanan rudal Patriot. Secara total, terdapat sekitar 18 titik fasilitas dan aset militer strategis yang kini aktif mendukung operasi melawan Iran di kawasan tersebut.
Perang Lawan Iran, Amerika Untung Berapa?
Di balik alasan keamanan dan nuklir, terdapat motif ekonomi yang sangat besar. Senator AS, Lindsey Graham, secara blak-blakan menyebut konflik ini sebagai sebuah “investasi yang bagus,” RT mencatat.
Menurut Graham, jika pemerintah Iran berhasil ditumbangkan, AS akan mendapatkan keuntungan finansial yang memecahkan rekor dan menguasai jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Target utamanya adalah penguasaan cadangan minyak. Dengan mengontrol sektor minyak Iran dan Venezuela, AS secara efektif akan menjalin kemitraan yang menguasai 31 persen cadangan minyak dunia. Graham menilai hal ini sebagai langkah untuk melemahkan posisi China.
Terkait harga minyak dunia yang melonjak hingga lebih dari Rp 1.694.000 (100 dolar AS) per barel, Donald Trump menganggapnya sebagai harga yang sangat kecil untuk dibayar demi memenangkan perang melawan Iran.
Baca Juga: Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen
Berita Terkait
-
Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen
-
Rudal dan Drone Iran Bikin Donald Trump Ketar-ketir, Jarak Terbang di Luar Nalar
-
Balas Mulut Besar Trump, Iran Beri Respons Keras: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang Ini
-
Australia Umumkan bakal Kirim Pesawat Pengintai dan Rudal ke Teluk untuk Hadapi Serangan Iran
-
Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir