-
Iran menyerang Tel Aviv dan kilang minyak Bahrain sebagai aksi balasan serangan udara Amerika.
-
Garda Revolusi Iran menggunakan rudal balistik Kheibar untuk menghancurkan instalasi militer di wilayah Israel.
-
Warga Israel dievakuasi ke bungker dan belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran meluncurkan serangan udara masif.
Gelombang serangan ini melibatkan kombinasi mematikan antara drone tempur dan rudal balistik yang menyasar wilayah Israel.
Tindakan agresif Teheran ini merupakan respons langsung atas serangan udara sebelumnya yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Diketahui bahwa pada 28 Februari lalu, wilayah kedaulatan Iran sempat digempur oleh kekuatan militer gabungan tersebut.
Rentetan ledakan hebat kini dilaporkan telah melumpuhkan sejumlah titik strategis di ibu kota Tel Aviv sejak Jumat kemarin.
Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan Teheran telah menembakkan rudal ke sasaran di "jantung Tel Aviv".
Laporan dari jurnalis internasional di lapangan mengonfirmasi adanya dua gelombang ledakan besar yang mengguncang seluruh kota.
Cahaya dari jejak roket terlihat jelas menerangi langit kota Netanya yang terletak di pesisir utara Mediterania.
Petugas medis dari Magen David Adom segera dikerahkan ke lokasi-lokasi ledakan untuk memantau potensi adanya korban jiwa.
Baca Juga: Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel
Aparat kepolisian setempat juga bekerja cepat melakukan evakuasi terhadap sisa-sisa proyektil yang jatuh di permukiman warga.
Tidak hanya menyasar pusat kota, serangan udara Iran juga mengakibatkan kebakaran hebat di fasilitas minyak Bahrain.
Kilang utama milik Bapco Energies di wilayah Sitra menjadi target dalam operasi militer hari keenam ini.
Pusat komunikasi kerajaan mengabarkan bahwa api sempat berkobar sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Meskipun terjadi kerusakan material, otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden di kilang tersebut.
Operasi produksi energi di pulau tersebut dilaporkan tetap berjalan meskipun ancaman serangan susulan masih terus menghantui.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial