News / Internasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 16:12 WIB
Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Tel Aviv dan fasilitas minyak sebagai aksi balas dendam. (https://www.bloombergtechnoz.com/)
Baca 10 detik
  • Iran menyerang Tel Aviv dan kilang minyak Bahrain sebagai aksi balasan serangan udara Amerika.

  • Garda Revolusi Iran menggunakan rudal balistik Kheibar untuk menghancurkan instalasi militer di wilayah Israel.

  • Warga Israel dievakuasi ke bungker dan belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran meluncurkan serangan udara masif.

Gelombang serangan ini melibatkan kombinasi mematikan antara drone tempur dan rudal balistik yang menyasar wilayah Israel.

Tindakan agresif Teheran ini merupakan respons langsung atas serangan udara sebelumnya yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Diketahui bahwa pada 28 Februari lalu, wilayah kedaulatan Iran sempat digempur oleh kekuatan militer gabungan tersebut.

Rentetan ledakan hebat kini dilaporkan telah melumpuhkan sejumlah titik strategis di ibu kota Tel Aviv sejak Jumat kemarin.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan Teheran telah menembakkan rudal ke sasaran di "jantung Tel Aviv".

Laporan dari jurnalis internasional di lapangan mengonfirmasi adanya dua gelombang ledakan besar yang mengguncang seluruh kota.

Cahaya dari jejak roket terlihat jelas menerangi langit kota Netanya yang terletak di pesisir utara Mediterania.

Petugas medis dari Magen David Adom segera dikerahkan ke lokasi-lokasi ledakan untuk memantau potensi adanya korban jiwa.

Baca Juga: Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel

Aparat kepolisian setempat juga bekerja cepat melakukan evakuasi terhadap sisa-sisa proyektil yang jatuh di permukiman warga.

Tidak hanya menyasar pusat kota, serangan udara Iran juga mengakibatkan kebakaran hebat di fasilitas minyak Bahrain.

Kilang utama milik Bapco Energies di wilayah Sitra menjadi target dalam operasi militer hari keenam ini.

Pusat komunikasi kerajaan mengabarkan bahwa api sempat berkobar sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Meskipun terjadi kerusakan material, otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden di kilang tersebut.

Operasi produksi energi di pulau tersebut dilaporkan tetap berjalan meskipun ancaman serangan susulan masih terus menghantui.

Load More