-
Iran menyerang Tel Aviv dan kilang minyak Bahrain sebagai aksi balasan serangan udara Amerika.
-
Garda Revolusi Iran menggunakan rudal balistik Kheibar untuk menghancurkan instalasi militer di wilayah Israel.
-
Warga Israel dievakuasi ke bungker dan belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.
Ketegangan ini berdampak luas hingga ke wilayah Arab Saudi di mana staf diplomatik mulai mengambil langkah antisipasi.
Instruksi untuk berlindung di tempat aman dikeluarkan bagi staf kedutaan Barat setelah kompleks AS sempat diserang sebelumnya.
Kondisi di dalam kota Tel Aviv sendiri dipenuhi kepanikan saat warga dipaksa masuk ke dalam bungker perlindungan.
Meskipun kerusakan bangunan terlihat cukup parah di berbagai sudut kota, hingga kini belum ditemukan laporan korban meninggal.
Setelah situasi dinyatakan cukup aman, beberapa warga mulai dievakuasi keluar dari tempat persembunyian bawah tanah mereka.
Pasukan elite Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim bertanggung jawab penuh atas rangkaian serangan yang terorganisir ini.
Mereka menargetkan pusat pemerintahan dan instalasi militer penting yang berada di Haifa serta wilayah Yerusalem Timur.
"Ini adalah serangan terarah ke kompleks pemerintah rezim Zionis di Tel Aviv, serangan ke pusat militer dan keamanan di Haifa, serta serangan ke Yerusalem Timur," bunyi pernyataan Garda yang disiarkan televisi negara.
Yerusalem Timur sendiri merupakan wilayah sensitif yang selama ini menjadi pusat sengketa antara Israel dan pihak Palestina.
Baca Juga: Update Korban Perang: 1.332 Rakyat Iran Tewas Dibom Rudal AS-Israel
Iran menegaskan bahwa operasi militer ini adalah bentuk pembelaan harga diri bangsa atas serangan skala besar Sabtu lalu.
Dalam operasi serangan udara kali ini, Iran mengerahkan teknologi persenjataan terbaru mereka untuk menembus pertahanan lawan.
Pernyataan itu menambahkan rudal balistik Kheibar digunakan dalam serangan ini.
Penggunaan rudal jenis ini menunjukkan keseriusan Teheran dalam memberikan efek jera terhadap lawan-lawan politik dan militernya.
Sejumlah pengamat internasional mengkhawatirkan bahwa aksi saling balas ini akan memicu perang terbuka yang lebih luas.
Kini dunia sedang memantau langkah apa yang akan diambil oleh Tel Aviv maupun Washington dalam menanggapi serangan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP