- Iran menolak opsi gencatan senjata di tengah agresi militer rezim Zionis dan AS yang sudah memasuki hari kesebelas, serta memilih fokus pada upaya pertahanan negara.
- Teheran secara resmi membantah tuduhan serangan drone maupun rudal ke Azerbaijan, Turki, dan Siprus, mengeklaim tidak ada proyektil yang diluncurkan oleh militer mereka.
- Presiden Azerbaijan menarik staf diplomatiknya dari Teheran usai insiden ledakan drone di Nakhchivan yang melukai sipil, meski Iran menuduh Israel sengaja memecah belah.
Suara.com - Pemerintah Iran secara tegas menutup pintu diplomasi dengan Rezim Zionis dan Amerika Serikat di tengah gempuran militer yang terus berlangsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya saat ini hanya fokus pada upaya pertahanan total.
Sikap keras ini juga didukung oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang tengah menghadapi tuduhan agresi dari Presiden Ilham Aliyev di negara tetangga.
Memasuki hari kesebelas konflik bersenjata ini, Teheran konsensus bahwa mereka bukanlah pihak yang memulai peperangan di kawasan tersebut.
Sebelum pertempuran mematikan ini pecah, pihak pemerintah mengeklaim bahwa mereka sebenarnya berada dalam proses negosiasi aktif.
“Kita berada di hari kesebelas agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis. Kita tidak memulai perang ini,” ungkap Baghaei dalam konferensi pers terbarunya dikutip dari Iranint, Rabu (11/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa fokus negara saat ini murni untuk memberikan balasan telak terhadap musuh yang menyerang akurasi mereka.
“Agresi militer sedang berlangsung dan oleh karena itu dalam situasi ini tidak ada tempat untuk membicarakan hal lain selain pertahanan dan respons yang menghancurkan terhadap musuh,” tegasnya.
Di tengah eskalasi yang kian memanas, Teheran juga membantah tuduhan keras yang menyebut angkatan bersenjata mereka telah menembakkan proyek ke negara-negara tetangga.
Baca Juga: Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak
Pemerintah menepis kabar peluncuran pesawat tak berawak maupun rudal yang diklaim menyasar wilayah Azerbaijan, Turki, hingga gratis.
Tindakan militer Iran disebut murni sebagai upaya perlindungan diri yang "tidak boleh ditafsirkan sebagai permusuhan terhadap negara mana pun di kawasan."
Staf umum angkatan bersenjata Iran bahkan telah "secara eksplisit dan resmi mengumumkan bahwa peluncuran semacam itu tidak dilakukan dari dalam Iran atau oleh pasukan militer kita."
Klarifikasi mendesak ini muncul menyusul insiden masuknya empat pesawat nirawak ke eksklaf Nakhchivan di Azerbaijan yang melukai sejumlah warga sipil.
Insiden udara yang menghantam terminal bandara dan meledak di dekat sebuah sekolah itu langsung memicu kemarahan besar dari pemerintah Azerbaijan.
Menangapi serangan itu, pemimpin tertinggi di Baku menyebutnya sebagai "aksi teror," serta langsung menarik seluruh staf alumninya dari Iran.
Berita Terkait
-
Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati
-
Kelicikan Zionis, Malu Banget Mengakui Israel Hancur Dibom Iran
-
22 WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Evakuasi Gelombang Kedua Segera Menyusul
-
Kelakuan Zionis! Diam-diam Israel Tebang Ratusan Pohon Zaitun, Kenapa Gak Pohon Gharqad?
-
Perang Iran Memanas! Pentagon Akui 147 Tentara AS Jadi Korban dalam Operation Epic Freedom
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi