-
Boeing sepakati kontrak 289 juta dollar AS untuk pengiriman 5.000 bom pintar ke Israel.
-
Pengiriman senjata Small Diameter Bomb (SDB) dijadwalkan baru akan dimulai dalam 36 bulan.
-
Kontrak ini menambah panjang daftar belanja militer Israel termasuk jet F-15 dan helikopter.
Investasi Israel pada alutsista buatan Boeing sebenarnya sudah berlangsung cukup masif sejak tahun-tahun sebelumnya yang lalu.
Pada tahun lalu Boeing bahkan telah mengantongi kontrak jumbo senilai 8,6 miliar dollar AS dari pihak Pentagon.
Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk memproduksi serta mengirimkan armada jet tempur F-15 terbaru bagi Israel.
Transaksi pesawat tempur ini merupakan bagian resmi dari skema penjualan militer luar negeri antar kedua pemerintahan negara.
Amerika Serikat memang telah lama memegang peran sebagai pemasok senjata terbesar bagi sekutu utamanya di Timur Tengah.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan sempat mengambil langkah cepat untuk mempercepat proses penjualan senjata strategis ini.
Langkah ini dilakukan dengan menggunakan otoritas darurat guna melewati jalur birokrasi kongres yang biasanya memakan waktu lama.
Kebijakan darurat tersebut mencakup pengiriman lebih dari 20.000 unit bom dengan estimasi nilai sekitar 650 juta dollar.
Seorang pejabat dari Departemen Luar Negeri juga mengonfirmasi adanya tambahan pembelian amunisi krusial melalui jalur komersial.
Baca Juga: Hilang dari Publik, Media Iran Rilis 5 Indikator Benjamin Netanyahu Tewas
"Israel akan membeli tambahan amunisi kritis senilai $298 juta melalui penjualan komersial langsung," ujar pejabat Departemen Luar Negeri tersebut.
Selain bom pintar dan jet tempur pihak otoritas Amerika Serikat juga telah menyetujui kontrak militer lainnya.
Departemen Luar Negeri AS memberikan lampu hijau bagi tiga kontrak terpisah dengan nilai total 6,5 miliar dollar.
Dalam paket kontrak tersebut tercantum juga pengadaan helikopter serbu jenis Apache yang juga diproduksi oleh Boeing.
Rentetan kontrak ini menunjukkan betapa kuatnya ketergantungan serta kemitraan teknologi militer antara kedua belah pihak tersebut.
Semua data fakta yang tersaji mencerminkan dinamika penguatan pertahanan udara yang terus berkembang secara signifikan di kawasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!