News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:32 WIB
Tentara Israel pada Sabtu (28/6/202), mengeluarkan perintah pengusiran terhadap warga Palestina. (ist)
Baca 10 detik
  • Empat warga Palestina tewas dalam 24 jam di Tepi Barat akibat bentrokan dengan pemukim Israel.
  • Tiga korban meninggal karena tembakan saat insiden berbeda di Hebron dan dekat Ramallah.
  • Satu korban meninggal karena serangan jantung setelah aparat Israel menembakkan gas air mata di lokasi.

Beberapa jam kemudian, serangan lain terjadi di pinggiran desa Khirbet Abu Falah, dekat Ramallah. Puluhan pemukim dilaporkan menyerbu desa pada dini hari.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan sekitar 70 hingga 80 orang datang dengan membawa tongkat dan sebagian mengenakan penutup wajah.

“Mereka mulai menembaki warga. Dua orang tertembak di kepala,” ujarnya.

Dua korban yang tewas dalam insiden tersebut adalah Thaer Hamayel (30) dan Farea Hamayel (57). Keduanya meninggal di lokasi kejadian.

Korban Tewas Akibat Gas Air Mata

Sekitar setengah jam setelah penembakan, tentara tiba di lokasi dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Seorang warga lainnya, Mohammad Hassan (55), kemudian mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.

Sumber keamanan Israel mengklaim bahwa tembakan yang menewaskan warga dilakukan oleh pemukim, bukan tentara.

Militer Israel juga menyatakan penyelidikan sedang dilakukan terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina

Warga: Serangan Semakin Sering Terjadi

Warga setempat menyebut kekerasan di wilayah itu semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka menilai situasi perang di kawasan dimanfaatkan untuk memperluas serangan terhadap desa-desa Palestina.

“Ini bukan serangan pertama, tapi yang paling brutal,” kata seorang warga desa, Abd al-Jalil Khattab.

“Mereka ingin menghancurkan desa dan mengambil alih tanah kami.”

Kontributor: M.Faqih

Load More